Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lockheed SR-71, sang Burung Hitam Pengintai Milik AS

Emirald Julio , Jurnalis-Senin, 13 Juni 2016 |06:03 WIB
Lockheed SR-71, sang Burung Hitam Pengintai Milik AS
Pesawat SR-71 serta poster yang melambangkan nama lain dari sang Burung Hitam yaitu Habu (Foto: History in orbit/Wikipedia)
A
A
A

Bila terdapat rudal yang mengejar sang Burung Hitam, pilot dari pesawat ini tinggal menambah kecepatan sehingga rudal lawan tidak dapat mengejar.

Pesawat SR-71 didesain sedemikian rupa agar tidak terdeteksi oleh radar ketika sedang menjalankan operasi pengintaian di berbagai lokasi.

Walaupun pesawat ini didesain dan dibuat pada 1960-an, jangan anggap remeh teknologinya. Pasalnya, SR-71 dilengkapi oleh sensor mumpuni yang dinamakan ASARs-1 (advanced synthetics aperture radar system) serta kamera Itek yang mampu memindai jalur terbang pesawat hingga ke ufuk/horison.

Badan pesawat didesain sedemikian rupa sehingga hanya dapat menampung dua orang yang terdiri dari pilot dan operator sistem di dalam pesawat. Mengapa hanya dua orang? Sebab ruangan lain dalam pesawat ini digunakan untuk berbagai sensor serta tanki bahan bakar yang besar agar pesawat ini dapat menjalankan misi yang berjarak jauh.

Selain itu, rangka pesawat yang ramping dan sayapnya yang tipis saling menyatu dan menciptakan daya angkat tambahan bagi pesawat. Sehingga bisa dipastikan untuk sebuah pesawat besar, SR-71 termasuk ke dalam kategori pesawat yang cukup ringan bobotnya.

Dalam kategori mesin, SR-71 dilengkapi dengan dua mesin turbo jet axial-flow berjenis J58 buatan perusahaan Pratt & Whitney. Pada eranya, J58 masuk kategori sebuah inovasi karena dapat bekerja efisien ketika pesawat ini bergerak dalam kecepatan Mach 3.2.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement