Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Belasan Anak di Blitar Terserang Flu Singapura, Warga Resah

Solichan Arif , Jurnalis-Senin, 13 Juni 2016 |14:58 WIB
Belasan Anak di Blitar Terserang Flu Singapura, Warga Resah
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

BLITAR - Sebelas anak di Kota Blitar, Jawa Timur ditemukan mengidap penyakit flu Singapura. Virus yang sejarahnya pernah mewabah di Negeri Singa itu pun meresahkan sebagian warga.

"Data yang kita miliki berdasarkan laporan Puskesmas dan rumah sakit. Saat ini ada sebelas kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Ngesti Utomo kepada wartawan, Senin (13/6/2016).

Melepuh di sekitar kulit kaki, tangan, dan mulut, merupakan gejala awal flu Singapura. Virus Coxsackie membuat bagian dalam mulut dan bibir penderita seperti terserang sariawan.

Tidak sedikit tangan, kaki, dan sekitar pantat, juga turut melepuh. Sementara suhu badan tinggi dan demam. Pada kasus tertentu virus menyebabkan komplikasi dan berujung kematian.

"Sebagian besar penderita di Kota Blitar warga di wilayah Kecamatan Sukorejo," terang Ngesti.

Umumnya penyakit ini menyerang balita berusia dua pekan hingga lima tahun. Kendati demikian, ada juga beberapa penderita yang berusia 10 tahun dan orang dewasa.

Seperti influenza, penularan penyakit flu Singapura melalui media udara yakni bersin dengan percikan air liur, termasuk tinja.

Penularan tidak langsung bisa lewat sentuhan pada benda milik penderita yang terkontaminasi cairan. Artinya, siapa saja bisa tertular tanpa harus lebih dulu bepergian ke Singapura.

Hal itu mengingat penyakit ini telah tersebar di mana-mana. Ngesti mengimbau para penderita melakukan proses pengobatan rawat inap (opname).

Terkait itu, Dinkes menggencarkan sosialisasi ke Puskesmas dan rumah sakit. Sebab, selain di Kabupaten Blitar informasinya banyak penderita selama ini memilih melakukan rawat jalan.

"Bagi yang mengetahui gejalanya, kami mengimbau kepada setiap keluarga untuk segera membawa ke Puskesmas atau rumah sakit," ujarnya.

Budi Yuantoro (32) warga Kota Blitar menilai, kasus flu Singapura sebagai fenomena yang laten. Pada musim tertentu kasus ini muncul lagi dan meresahkan sebagian warga yang memiliki anak kecil.

"Yang bikin resah adalah masih banyak warga yang tidak memahami penyakit ini. Apalagi sifatnya menular. Karenanya dinas terkait perlu meningkatkan sosialisasi,” tutur ayah dua anak itu.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement