nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Donald Trump: Hillary Clinton Membahayakan AS

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 07 Juli 2016 02:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 07 06 18 1433481 donald-trump-hillary-clinton-membahayakan-as-79cj0LdaXb.jpg Trump vs Hillary. (Foto: Global Gathering)

RALEIGH – Calon Presiden Amerika Serikat (Capres AS) dari Partai Republik Donald Trump menyebut saingannya dari kubu demokrat Hillary Clinton sebagai sosok yang akan menjerumuskan Negeri Paman Sam ke dalam bahaya besar.

Trump mencontohkan, kasus pesan elektronik (surel) pribadinya selama menjabat menteri luar negeri AS. Sudah terbukti, dia memakai surel pribadi untuk membahas isu sensitif kenegaraan dengan asistennya.

Akan tetapi, penyelidikannya terkesan bertele-tele. FBI bahkan membantu mantan ibu negara itu. Melindungi dia dari vonis ketok palu hakim dengan merekomendasikan bahwa kasusnya sama sekali bukan bagian dari tindakan kriminal, karena tidak terbukti dia sengaja melakukannya.

“Keputusan FBI untuk tidak merekomendasikannya sebagai kasus kriminal melawan dia adalah contoh terkonkret bahwa sistem (peradilan di negara ini) telah dicurangi,” tukas miliarder AS itu di hadapan para pendukungnya di Raleigh, Carolina Utara, seperti dikutip dari BBC, Kamis (7/7/2016).

Pendapat FBI dan sistem peradilan dinilainya telah diatur sedemikian rupa untuk melindungi Hillary. Dia juga meyakini, Jaksa Agung Loretta Lynch telah disuap atau minimal diberi janji-janji dengan imbalan akan tetap dipertahankan pada posisinya sekarang, jika meloloskan Hillary dari segala tuntutan hukum.

“Hillary telah menempatkan seluruh negara dalam bahaya dan bukan tidak mungkin bahwa sistem (intelijen) negara kita telah diretas olehnya. Penilaian dia juga sangat buruk. Dia pastinya akan menjadi presiden AS yang payah,” pungkasnya.

Selain Trump, politisi Republik lainnya, Paul Ryan juga meragukan keputusan FBI dalam kasus surel-surel pribadi Hillary Clinton yang mencurigakan. Menurutnya, rakyat AS bagaimanapun butuh penjelasan yang logis.

“Menolak untuk menuntut (mantan menlu Hillary) Clinton atas kecerobohan penanganan dan penyebaran informasi keamanan nasional secara sembarangan seperti itu akan menjadi preseden buruk,” tegas pria yang juga juru bicara DPR AS tersebut.

Ada lebih dari 100 surel Hillary Clinton yang disebut mencurigakan. Namun setelah dibuka di pengadilan, tuduhan bahwa dia menyembunyikan sesuatu dan mengirim informasi sensitif tidaklah terbukti. Sebab tidak satu pun, surel-surel itu dihapus oleh sang empunya akun.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini