Share

Selidiki Bom Solo, Polisi Usut Jaringan Nur Rohman

Bramantyo, Okezone · Senin 11 Juli 2016 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 11 512 1435743 selidiki-bom-solo-polisi-usut-jaringan-nur-rohman-dDeSI5dgne.jpg Suasana setelah ledakan di Mapolresta Solo pada 5 Juli 2016. (Bramantyo/Okezone)

SOLO - Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono mengatakan, meskipun pelaku bom bunuh diri di Mapolres Solo, Nur Rohman, sudah meninggal, namun penyelidikan terhadap jaringan pelakunya akan terus dilakukan.

Terlebih Nur Rohman dianggap bagian dari jaringan teroris yang lolos dari penggerebekan di Bekasi beberapa waktu lalu. Saat lolos Nur Rohman diketahui membawa tiga bom rakitan, satu bom kontainer, dan dua bom lempar.

Kapolda memastikan kalau proses hukum terhadap pelaku peledakan bom bunuh diri di Mapolresta Solo otomatis terhenti, karena yang bersangkutan sudah meninggal. Namun, polisi tetap mengusut jaringan Nur Rohman yang diduga terlibat dalam aksi teror pada 5 Juli 2016.

(Baca juga: Hasil Tes DNA Dipastikan Pelaku Bom Solo Nur Rohman)

"Karena itu dikhawatirkan masih ada jaringan lain yang masih tersisa dan melakukan teror yang sama," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Senin (11/7/2016).

Polisi kini sedang menyelidiki rekaman yang diduga suara Nur Rohman, sebelum meledakkan diri di Mapolresta Solo. Isi rekaman itu membahas polisi sebagai target teror mereka.

Sebelumnya, saat polisi menggeledah rumah Nur Rohman di Sangkrah, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, usai ledakan bom bunuh diri, ditemukan rekaman kaset rekorder.

Selain itu, polisi juga menyelidiki barang bukti satu unit sepeda motor matik hijau dengan nomor polisi AD 6136 HW. Awalnya diketahui milik warga Boyolali, namun sudah digadaikan ke beberapa pihak hingga akhirnya bisa sampai di tangan Nur Rohman.

"Kita lihat saja nanti bagaimana hasil pengembangannya," pungkas Kapolda.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini