Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Alasan Pendatang Baru Sasar Kota Penyangga Ibu Kota

Dara Purnama , Jurnalis-Senin, 18 Juli 2016 |06:14 WIB
Alasan Pendatang Baru Sasar Kota Penyangga Ibu Kota
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan selain Jakarta, kota-kota di sekitaran wilayah Ibukota juga menjadi target bagi warga pendatang baru pasca mudik Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah.

"Biasanya kota lain seperti Bekasi itu bisa ada pendatang 30 ribu sampai 40 ribu orang. Kabupaten Bekasi 10 ribu orang, Tangerang atau Tangerang Selatan juga jadi pilihan, tapi pilihan utama tetap Jakarta kota lain ada tapi tidak sebesar Jakarta," kata Yayat kepada Okezone, Senin (18/7/2016).

Pertimbangan dari pendatang baru ini memilih kota di dekat Jakarta karena melihat dari sisi Upah Minimum Provinsi (UMR) yang hampir sama dan komponen biaya hidup yang relatif lebih rendah dibanding Jakarta.

"Mereka yang datang ke luar kota Jakarta relatif tidak terlalu jauh dari situ (dari Jakarta) UMR-nya. Misalnya yang Rp3,2 juta atau Rp3,3 juta, jadi dengan upah yang relatif sama dengan biaya hidup lebih rendah dari Jakarta mungkin tinggal di pinggiran seperti di Tanggerang, di Kabupaten Tanggerang atau Tanggerang Selatan, Bekasi, Bogor, menjadi pilihan bagi mereka yang pendidikan yang masih sebatas lulusan SMA," ulasnya.

Walaupun UMR di Jakarta lebih tinggi dibanding kota-kota penyangga tersebut, biaya hidup di Ibu Kota tentunya lebih mahal dibanding daerah pinggiran Jakarta. Berdasarkan data BPS 2016, ayah satu orang istri dengan dua anak di Jakarta, biaya hidup selama satu bulan itu sekira Rp9 jutaan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement