Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Murtini Bertekad Jadi Tunanetra Pertama yang Keliling Indonesia

Agregasi Madiun Pos , Jurnalis-Jum'at, 22 Juli 2016 |09:23 WIB
Murtini Bertekad Jadi Tunanetra Pertama yang Keliling Indonesia
Murtini (Madiun Pos)
A
A
A

PACITAN – Memiliki keterbatasan fisik, bukan menjadi suatu alasan untuk tidak berprestasi. Memiliki keterbatasan fisik, justru terkadang menjadi semangat seseornag untuk melampaui mereka yang dianggap normal.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Murtini, wanita penyandang tunanetra ini memiliki tekad dan keinginan kuat untuk menaklukkan seluruh wilayah Indonesia. Sejak 2007, Murtini memutuskan untuk keluar rumah dan berkeliling ke seluruh kota/kabupaten se-Indonesia.

Mantan dosen Universitas Riau yang bergelar magister itu menceritakan, awal mula memutuskan untuk berkeliling Indonesia bertujuan untuk memecahkan rekor Muri dengan kategori tunanetra yang keliling Indonesia.

Selain mewujudkan ambisi, Murtini mengaku, perjalanannya juga bertujuan untuk mengetahui pelayanan di kantor-kantor pemerintah terhadap kaum difabel. Setiap kali datang ke kabupaten/kota, Murtini selalu mendatangi kantor pemerintahan, bertemu dengan bupati/wali kota, Polres, hingga TNI.

Saat bertandang ke kantor pemerintahan, Murtini selalu meminta kepada pejabat terkait untuk membuatkan surat keterangan dirinya sudah berkunjung ke lokasi tersebut. Surat keterangan ini menjadi bukti yang kelak akan diberikan kepada pemerintah pusat.

Bagi penyandang tunanetra seperti Murtini, berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia bukan persoalan gampang. Dia harus membulatkan niat dan meminta persetujuan serta dukungan dari keluarganya.

Sebagai seorang tunanetra, perjalanan keliling Indonesia juga menjadi persoalan tersendiri. Tetapi, dia mengakui selama ini tidak begitu mendapat masalah dalam menyelesaikan misinya tersebut.

“Saya dulu seorang dosen Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Riau, setelah saya mengalami kebutaan, saya berhenti mengajar. Saya mendapat gelar doktor di Belanda,” kata warga Kelurahan Pinang, Kota Tangerang, Jawa Barat ini, seperti dikutip dari Madiun Pos, Jumat (22/7/2016).

Ibu empat anak ini mengatakan, dalam perjalanannya keliling Indonesia, dia menggunakan uang pribadi sebanyak Rp200 juta. Uang itu merupakan uang tabungannya saat masih produktif dan pemberian anak-anaknya.

Dalam kunjungannya dari satu provinsi ke provinsi lain, biasanya dia menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Setelah itu, untuk transportasi ke kabupaten/kota, biasanya menggunakan bus atau diantar menggunakan mobil pemerintah.

“Selama keliling Indonesia, saya menggunakan uang pribadi, dan saat ini masih tersisa Rp30 juta, ini untuk menyelesaikan misi saya,” ujarnya.

Murtini mengaku, proses perjalanan keliling Indonesia dilakukan bertahap. Dalam satu bulan, biasanya ia habiskan selama 20 hari untuk berkeliling dan 10 hari untuk beristirahat di rumah. Jadi, dalam 20 hari itu, biasanya digunakan untuk berkeliling ke empat hingga enam kota/kabupaten.

“Saya biasanya dijemput anak kalau sudah saatnya pulang dan beristirahat. Itu sudah menjadi kesepakatan, selain itu juga untuk kesehatan saya,” jelas dia.

Dalam perjalanannya keliling Indonenisa, biasanya Murtini hanya membawa dua stel pakaian dan sejumlah dokumen. Hal ini supaya perbekalannya tidak terlalu memberatkan dirinya dalam perjalanan.

Sejauh ini, Murtini sudah berkunjung 289 kota/kabupaten se-Indonesia. Dia pun mengaku sanggup untuk menunjukkan bukti perjalanannya itu dengan berbagai surat keterangan yang diminta dari pemerintah yang pernah ia kunjungi.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement