"Baru-baru ini, saya sudah melihat sendiri videonya. Dilihat dari postur tubuhnya, saya yakin bahwa itu bukan salah satu dari Praja IPDN," kata Arief saat ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Senin (25/7/2016).
Sosok lelaki yang ada dalam video, kata dia, tidak memiliki postur tubuh seperti seorang praja.
“Saya yakin karena postur tubuh pelaku lelaki itu perutnya buncit, dan tidak mengenakan identitas diri hingga potongan rambutnya tidak seperti praja yang memiliki bentuk cukuran 0, 1, 2,” terangnya.
Disinggung terkait perekaman video tersebut terjadi pada bulan Ramadan lalu, dia menjelaskan, bila pada saat ini praja IPDN sudah melakukan cuti.
“Praja kembali masuk ke IPDN itu pada 16 Juli 2016. Itu pun hanya praja tingkat 4 yang akan melakukan persiapan pelantikan oleh Presiden Joko Widodo. Dan jika memang itu praja yang melakukan, itu masuk pelanggaran kategori berat dan kami (IPDN) tidak akan segan-segan memberikan sanksi berupa penurunan tingkat hingga pemecatan,” tutupnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.