Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Vox Pop: Orang Kampung Bicara Reshuffle Kabinet

Vox Pop: Orang Kampung Bicara <i>Reshuffle</i> Kabinet
Foto: Antara
A
A
A

“Sebagai pedagang, saya berharap harga barang-barang terutama sembako tidak mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Karena bila terjadi kenaikan berimbas pada jualan saya yang akan sepi pembeli. Maka dari itu, saya meminta pada Pak Presiden dan menteri yang baru agar menstabilkan harga-harga,” ujar Siti Maimunah, salah seorang pedagang di Pasar Wonokromo, Surabaya.

"Kalau kami dari warga sini meminta agar infrastruktur jalan bisa diperbaiki dan dibangun. Sebab jalan menuju desa kami sangat buruk dan belum tersentuh," harap Anhar, petani asal Desa Komring, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah.

"Kalau bicara pembangunan, Kalimantan Barat (Kalbar) banyak kawasan terutama di pedalaman dan perbatasan dengan bangunan sekolah yang memprihatinkan. Belum lagi masalah jalan, semoga infrastruktur Kalbar terutama di perbatasan jauh lebih diperhatikan. Karena perbatasan merupakan serambi depan negara kita." Andi Aswad warga Kalimantan Barat.

"Kalau harapan saya, kerja Pak Jokowi sama menterinya yang sekarang lebih nyata lagi. Saya orang kecil, jujur saja tidak terlalu berdampak banyak buat saya. Sekarang apa-apa mahal, pekerjaan susah, biaya sekolah tinggi, masih banyak tugas pemerintah buat kesejahteraan rakyatnya. Orang kecil seperti kita, asal cukup buat makan sudah bersyukur," ujar Sugeng (55), tukang kebun di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

“Saya memang ada dengar sama nelayan lain kalau menteri yang diganti itu rata-rata yang ada sangkut pautnya sama ekonomi. Seperti kami nelayan ini apa lain yang mau diharap selain kesejahteraan. Coba tanya sama orang lain seperti petani di Aceh Besar itu, pasti mereka sama juga maunya, sejahtera. Siapa yang tidak mau sejahtera. Semoga diganti menteri inilah, Indonesia kita ini jadi negara yang maju, jadi kami ini, tidak perlu lagi lah harus utang sana sini untuk kebutuhan pokok," kata Anwar, nelayan Aceh yang ditemui di Tempat Penampungan Ikan, Lampulo, Banda Aceh

"Selama ini tenaga honorer guru dan kesehatan itu hanya mendapatkan honor sebesar Rp200.000-Rp250.000 per bulan. Namun ada juga tenaga honorer yang hanya dibayar Rp150.000 per bulan. Bisa dibayangkan bagaimana hidup di jaman seperti ini hanya dengan mengandalkan honor sebesar itu," jelas Dian Candra Sari di Karanganyar, Jawa Tengah.

"Saya berharap pada Pemerintah lebih peduli terhadap kami petani garam agar garam kami bisa terserap, sebab kami masih kesulitan menjual garam kami. Saya harap pemerintah bisa memperkecil peluang masuknya garam impor dan harga garam kami dibeli sesuai harga pokok pemerintah," ucap Sukandi, petani garam di Pamekasan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement