Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Vox Pop: Orang Kampung Bicara Reshuffle Kabinet

Vox Pop: Orang Kampung Bicara <i>Reshuffle</i> Kabinet
Foto: Antara
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak Kabinet Kerja kemarin. Ada 13 lembaga setingkat kementerian yang mengalami perombakan kepemimpinan. Mereka yang masuk dalam kabinet berasal dari kalangan profesional dan partai politik.

Beragam komentar mengalir dari pelosok negeri. Mereka, orang kampung dari perbatasan, tepi laut, hingga orang termarginalkan bicara soal reshuffle kabinet kerja Jilid II. Berikut mereka bicara dari kampung masing-masing:

“Kalau kitorang tidak terlalu pusing dengan Presiden Jokowi mo gonta-ganti menteri, karna macam tra berimbas apa–apa buat katorang orang Papua. Coba dong lihat pasar mama Papua yang Presiden Jokowi ada mo bikin di Bekas Terminal Damri, sampai sekarang belum jadi, malah su jadi lahan parkir mobil rental, ini bagaimana? Jadi saya harap menteri-menteri yang ganti sekarang ini, yang Presiden Jokowi kasih kepercayaan, bisa cepat kasih selesai itu pasar mama Papua, biar torang lagi bisa jualan di sana, bisa dapat tempat yang bagus, tidak kayak sekarang kami masih julan di bahu jalan." Septina Wally pedagang di Sentani, Papua.

"Selama laut enggak surut nelayan di sini pasti tetap hidup. Tapi kalau isi laut dikeruk artinya pemerintah menginginkan kita mati perlahan. Saya hanya minta stop penambangan pasir yang ada di Lontar," harap Supendi, nelayan pesisir Serang Utara, Banten.

"Kami tidak tahu apa itu reshuffle kabinet, yang kami minta agar petani kecil lebih diperhatikan jika mengajukan aspirasi," ujar Carma, petani Indramayu.

"Ibu kurang ngerti soal itu (menteri baru). Ya harapannya, supaya pemerintah bisa perhatiin kebutuhan orang-orang kecil seperti kami. Kalau bisa ya upah kami bisa naik, jadi enggak pusing mikirin biaya sekolah anak juga." Kusmiyati, 10 tahun bekerja sebagai penyapu jalan di Tangsel dan penghasilannya Rp400 ribu per bulan.

"Setidaknya kami nelayan yang berada di wilayah pesisir ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, terutama soal penindakan tegas terhadap aktivitas trawl yang diduga masih digunakan untuk menangkap ikan di perairan Kecamatan Ipuh dan sekitarnya." Ramli, nelayan Desa Pulau Makmur, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

"Saya berharap pemerintah tidak mengimpor beras. Beras kita lebih bagus dan enak, dan pejabatnya beli beras Indonesia," kata Ni Luh Sumiarti, seorang petani asal Tibung Sari, Bali.

"Pengawasan terhadap rumah bersubsidi yang merupakan program pemerintah diperketat. Yang terjadi, banyak rumah bersubsidi ini tidak tepat sasaran. Misalnya, rumah bersubsidi yang sedianya untuk keluarga kecil yang belum punya rumah, ternyata dimanfaatkan oleh mereka yang sudah punya rumah." (Muhammad Khafid, broker perumahan, warga Surabaya)

"Harapannya pergantian beberapa menteri di kabinet ini berdampak positif untuk dunia usaha, terutama kami yang di bidang sepatu. Harga bahan baku diharapkan bisa lebih murah. Sepatu-sepatu bajakan juga diharapkan ditindak tegas pemerintah. Selama ini keberadaan sepatu impor bajakan cukup merugikan kami. Dengan harga murah, masyarakat banyak memilih membeli sepatu impor bajakan. Padahal dari segi kualitas, produk yang dihasilkan pengrajin lokal jauh lebih baik." (Riyanto, pengrajin sepatu Cibaduyut asal Kota Bandung)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement