Lima Banjir Terparah Sepanjang Sejarah

Emirald Julio, Okezone · Rabu 03 Agustus 2016 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 03 18 1453556 lima-banjir-terparah-sepanjang-sejarah-FOdcvwB2nz.jpg Wilayah pertokoan yang terendam akibat banjir Sungai Kuning di China yang terjadi pada 1938 (Foto: Emaze.com)

Banjir yang saat ini menerjang India menyebabkan 152 orang meregang nyawa. Belum terhitung jutaan orang yang terpaksa meninggalkan kediamannya akibat bencana alam ini.

Sepanjang semester pertama 2016, banjir di India bisa dikatakan sebagai banjir terparah tahun ini. Namun bila dihitung dari jumlah korban, peristiwa tersebut tidak sehebat terjangan lima banjir yang pernah terjadi dalam sejarah dunia. Bahkan, ada banjir yang menyebabkan jutaan orang tewas.

Okezone, Rabu (3/8/2016) akan mengulas lima banjir terparah yang pernah terjadi di dunia. Sebenarnya yang lebih mengerikan adalah empat dari lima banjir terparah dalam sejarah tersebut menimpa Negeri Tirai Bambu. Sehingga China pernah merasakan kepedihan beberapa kali ketika banjir menyebabkan jutaan orang kehilangan nyawa.

(Baca juga: India diterjang banjir bandang, 152 orang tewas)

  • Banjir di China (1931)

Banjir di China yang terjadi pada 1931 merupakan banjir terparah yang pernah terjadi dalam sejarah manusia, mengingat  jumlah korban tewasnya diperkirakan mencapai empat juta orang. Banjir ini awalnya terjadi pada Juli 1931 ketika Sungai Kuning, Sungai Huai dan Sungai Yangtze meluap. Akibatnya, 1,5 juta orang tenggelam ketika sedang terlelap tidur.

Sebelum banjir terparah di dunia ini terjadi, dari 1928 hingga 1930, China sedang dilanda kemarau panjang. Para korban yang selamat mengatakan, cuaca abnormal menyebabkan banjir hebat tersebut di waktu akhir musim dingin. Badai salju besar di musim dingin yang disusul dengan salju yang mencair, serta ditambah hujan deras telah menyebabkan ketinggian air di sungai meningkat secara drastis.

Namun, dari Juli hingga Agustus 1931 intensitas hujan di China semakin deras. Bahkan hujan deras tersebut juga diselimuti oleh aktivitas siklon yang ekstrem. Dilaporkan pada saat itu, China dihantam sembilan siklon. Padahal normalnya, aktivitas siklon hanya muncul dua kali per tahunnya. Akibat hal itulah, banjir di China pada 1931 dianggap sebagai bencana terparah yang pernah terjadi dalam sejarah.

  • Banjir Sungai Kuning I, China (1887)

Banjir akibat luapan Sungai Kuning pada 1887 bisa disebut bencana alam paling hebat sepanjang sejarah China. Dalam peristiwa ini, setidaknya dua juta orang tewas.

Penyebab banjir diperkirakan meningginya dasar Sungai Kuning secara alamiah. Akibatnya, air sungai meluap dan menerobos daerah antara tanggul di atas dataran luas yang mengelilingi Sungai Kuning.

Pada tahap awal, yakni September 1887, banjir ini telah menyebabkan 900 ribu orang tewas. Tidak hanya itu, banjir Sungai Kuning ini juga menyebabkan 130 ribu kilometer persegi wilayah China Utara berada dalam rendaman air.

Tanah pertanian hingga pusat perbelanjaan dilaporkan terendam cukup dalam. Kondisi ini menyebabkan banyak warga China kelaparan serta kedinginan. Jumlah korban tewas pun meningkat. Dari yang awalnya hanya 900 ribu orang menjadi dua juta orang lebih.

  • Banjir Sungai Kuning II, China (1938)

Ini adalah kedua kalinya banjir terparah terjadi akibat luapan Sungai Kuning di China. Banjir yang terkenal dengan istilah huayuan kou juedi shijian merupakan salah satu bencana buatan manusia terparah yang terjadi dalam sejarah.

Banjir ini terjadi bukan karena efek alamiah dari alam, namun dibuat oleh Pemerintah Nasionalis di China pada saat awal dari Perang Sino-Jepang Kedua. Hal ini dilakukan oleh pihak pemerintah demi menghentikan agresi dari tentara Jepang di China.

Pada 1937 dilaporkan Jepang bergerak cukup cepat menuju jantung negara China, bahkan pada Juni 1938 pasukan Jepang berhasil mengontrol seluruh wilayah di China Utara. Khawatir dengan pergerakan Jepang, Chiang Kai-shek yang menjabat sebagai pimpinan dari Republik China pada saat itu bertekad untuk membuka tanggul di Sungai Kuning yang berada di dekat Zhezhou. Akibat terbukanya tanggul tersebut, air dari Sungai Kuning langsung meluap dan menghancurkan ribuan kilometer lahan pertanian.

Lebih dari itu, banjir tersebut juga menghancurkan ribuan desa dan menyebabkan jutaan warganya terpaksa mengungsi. Akibat banjir ini, sedikitnya 800 ribu orang tewas tenggelam.  

  • Kegagalan Bendungan Banqiao, China (1975)

Banjir terparah yang melanda China kali ini disebabkan robohnya Bendungan Banqiao yang berlokasi di Sungai Ru di Provinsi Henan. Pada 1975, Bendungan Banqiao merupakan satu dari 62 bendungan di Kota Zhumadian yang mengalami kerusakan akibat Topan Nina.

Media di China mewartakan Bendungan Banqiao dibangun sedemikian rupa agar dapat menahan luapan air dari hujan yang memiliki intensitas 300 milimeter per harinya. Namun akibat Topan Nina, intensitas hujan yang turun dua kali lebih tinggi dibandingkan kemampuan bendungan tersebut untuk menahan air.

Pada Agustus 1975, bendungan itu akhirnya roboh dan menyebabkan setengah wilayah di China terkena musibah banjir. Setidaknya 231 ribu orang dilaporkan tewas akibat insiden kegagalan Bendungan Banqiao. Jutaan orang bahkan terjebak berhari-hari dan harus bertahan hidup sebisanya.

  • Banjir St Felix, Belanda (1530)

Banjir St Felix terjadi pada 5 November 1530 di Belanda. Banjir ini menyebabkan hampir seluruh wilayah di Belanda tersapu air dan lebih dari 120 ribu orang tewas.

Dilaporkan, saat ini beberapa wilayah yang dulu terendam banjir, seperti wilayah Flanders, Zeeland, dan Reimerswaal yang pada awalnya merupakan kota-kota, telah berubah menjadi daerah rawa-rawa.

Karena banjir ini merupakan bencana terparah yang pernah terjadi dalam sejarah Belanda, hari terjadinya banjir tersebut akhirnya dikenal dengan nama Kwade Zaterdag (Sabtu Jahat).

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini