TOKYO – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah menunjuk sekutunya di Partai Demokratik Liberal (LDP) Tomomi Inada sebagai Menteri Pertahanan. Penunjukkan perempuan berkacamata itu diyakini akan memicu kemarahan dari China dan Korea Selatan (Korsel). (Baca juga: Menhan Baru Jepang Diprediksi Picu Kemarahan China dan Korsel)
Perempuan berusia 57 tahun itu dikenal ingin melakukan revisi konstitusi pasifik pascaperang yang dipandang hanya akan mempermalukan Negeri Sakura setelah kekalahan di Perang Dunia II. Inada juga rajin mengunjungi Kuil Yasukuni yang dipandang sebagai simbol invasi Jepang di masa lalu.
“Apakah Anda akan menggambarkan tindakan Jepang di masa lalu sebagai invasi tergantung dari sudut pandang. Saya tidak yakin bahwa saya berada pada posisi yang tepat untuk mengomentari aksi tersebut,” ujar Inada dalam konferensi pers pertamanya, seperti dimuat Reuters, Kamis (4/8/2016).
Penolakan Inada untuk mengambil sikap itu diyakini akan memicu kemarahan China dan Korsel. Baik Beijing dan Seoul berkali-kali meminta Tokyo memohon maaf atas “dosa” tersebut. Namun, politikus dan akademisi konservatif Negeri Sakura berkali-kali menolak tuduhan invasi dan pembantaian di masa lalu tersebut.
“Penting bahwa Anda memperhatikan semua fakta yang ada dengan objektif,” papar Inada. Ia juga tidak menjawab ketika ditanyai apakah akan mengunjungi Kuil Yasukuni dalam peringatan menyerahnya Jepang terhadap Sekutu pada 15 Agustus 1945.
Pada 2007, Inada juga pernah mempertanyakan tuduhan yang mengatakan Jepang memaksa perempuan Korsel dan negara-negara lain sebagai pelacur bagi militer. Saat itu, ia mendukung laporan yang mengatakan bahwa para perempuan itu bekerja dengan status pelacur berlisensi.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.