Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menhan Baru Jepang Diprediksi Picu Kemarahan China dan Korsel

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Rabu, 03 Agustus 2016 |16:01 WIB
Menhan Baru Jepang Diprediksi Picu Kemarahan China dan Korsel
Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada (Foto: Kim Kyung-hoon/Reuters)
A
A
A

TOKYO – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menunjuk sekutu dekatnya, Tomomi Inada, sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) baru menggantikan Yuriko Koike yang terpilih sebagai Gubernur Tokyo. Penunjukan perempuan berkacamata itu diprediksi dapat memicu kemarahan dari China dan Korea Selatan (Korsel). (Baca juga: Yuriko Koike Terpilih sebagai Gubernur Perempuan Pertama Tokyo)

Inada sebelumnya adalah salah satu pejabat teras di Partai Liberal Demokratik (LDP) pimpinan Abe. Keduanya memiliki pandangan yang sama mengenai revisi konstitusi pasifik pascaperang, yang dipandang hanya mempermalukan Negeri Sakura setelah kekalahan di Perang Dunia II.

Tomomi Inada juga rajin mengunjungi Kuil Yasukuni yang dipandang oleh China dan Korsel sebagai simbol penjajahan Jepang di masa lalu. Hubungan antara Tokyo, Beijing, dan Seoul berkali-kali memanas akibat warisan penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. (Baca juga: Kunjungi Kuil Yasukuni, PM Jepang Dikecam)

“Inada adalah politikus ultrakonservatif. Penunjukan Inada tampaknya sebagai bagian dari persiapan untuk revisi konstitusional dan mengadopsi sikap tegas terhadap China,” tutur pengamat keamanan kawasan dari Universitas Takushoku, Takashi Kawakami, seperti dimuat Reuters, Rabu (3/8/2016).

Penunjukan perempuan berusia 57 tahun itu adalah bagian dari reshuffle kabinet yang dilakukan Shinzo Abe. Ia tetap menunjuk Kepala Kabinet Yoshihide Suga, Menteri Keuangan Taro Aso, dan Menteri Luar Negeri Fumio Kishida dalam posisinya masing-masing. Ketiga pria itu merupakan sekutu dekat Abe di LDP.

Perubahan di kabinet itu diharapkan Abe dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan mengatasi sejumlah tantangan diplomatik hingga masa jabatannya sebagai Presiden LDP berakhir di 2018. Dengan berakhirnya masa jabatan di partai, maka berakhir pula masa jabatan Abe di pemerintahan Jepang.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement