KLATEN - CV Aviva, penerbit buku lembar kerja siswa (LKS) mata pelajaran kewarganegaraan yang diduga memuat gambar melecehkan lambang negara, menyatakan mendapat gambar burung garuda tersebut dari internet.
Kepala Desain CV Aviva, Masda, mengatakan gambar garuda yang kemudian dijadikan sampul LKS itu didapatnya setelah mencari di internet.
"Gambar itu saya dapat dari internet. Kemudian setelah mendapatkan garuda itu, saya desain dan dijadikan gambar sampul," papar Masda saat ditemui Okezone di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (12/8/2016).
Menurut Masda, gambar tersebut tidak melecehkan lambang negara. Bahkan, lambang sila di dada Garuda pun tak ada yang salah.
"Kecuali pada gambar itu, di leher Garuda saya pakaikan kalung, itu baru melanggar. Ini tidak ada yang melecehkan lambang negara sama sekali," ungkapnya.
Namun, Masda bisa memaklumi tak banyak orang yang mengerti arti seni. Pasalnya, seni memang sangat sulit dipahami bagi yang tak mengerti.
"Namannya juga seni. Seni itu tak bisa sembarangan dinilai," ungkapnya.
Sedangkan untuk gambar anak yang tengah membawa bendera merah putih berada di air terjun bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana dalam, Masda mengakui lupa dari mana foto itu didapat. Pasalnya, LKS tersebut sudah dua tahun dan tak dicetak lagi.
Namun yang pasti, gambar tersebut sudah melalui beberapa kali penyaringan sebelum diputuskan menjadi sampul LKS.
"Masak mau pakai pakaian adat. Ya jelas tak mungkin. Yang namanya bermain air, pastilah seperti ini, tak menggunakan pakaian," ungkapnya.
(Angkasa Yudhistira)