"TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo menyerang dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak dan laras panjang. Mereka melakukan kekerasan dengan memukuli serta memijak-mijak wartawan. Ini informasi yang kami dapat dari kawan-kawan wartawan yang juga meliput di sana, jadi sebenarnya bukan cuma mereka berdua saja yang diserang," tandas Desi.
Pemberitaan sebelumnya, dua wartawan asal Kota Medan yakni Array Argus (Tribun Medan) dan Andri Safrin (MNC TV) menjadi korban kebrutalan TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo Medan. Kejadian bermula saat kedua wartawan tersebut meliput aksi demo warga Kelurahan Sari Rejo yang ingin mempertahankan tanah mereka yang ingin dijadikan rusunawa.
Demo tersebut memprotes pihak TNI AU yang mengklaim sejumlah tanah yang berada di Kelurahan Sari Rejo, Kota Medan, Sumatera Utara. Sedangkan warga menyatakan bahwa tanah yang diklaim TNI AU adalah milik warga. (Ari)
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.