Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mutiara Senilai Rp1,7 Triliun Diduga Terbesar di Dunia

Silviana Dharma , Jurnalis-Rabu, 24 Agustus 2016 |09:49 WIB
Mutiara Senilai Rp1,7 Triliun Diduga Terbesar di Dunia
Mutiara Raksasa di Filipina. (Foto: BBC)
A
A
A

PALAWAN – Pemerintah Filipina meyakini telah menemukan mutiara terbesar di dunia. Mutiara raksasa itu sebenarnya telah diambil dari laut 10 tahun lalu oleh seorang nelayan.

Sayang, dia tidak memahami betapa bernilainya benda itu sehingga dia hanya menyimpannya sebagai jimat keberuntungan. Jika dijual, batuan mulia itu bisa dihargai USD130 juta atau Rp1,7 triliun.

“Kami sangat takjub ketika dia membawanya ke hadapan kami,” ujar Aileen Cynthia Amurao, seorang pejabat di Palawan, seperti dilansir dari BBC, Rabu (24/8/2016).

Saat ini, pemerintah setempat sedang menunggu kabar dari gemologis atau pakar batu permata untuk mengetahui perihal rekor dunia yang bisa dicetak mutiara tersebut.

Batu mutiara milik nelayan Filipina itu diketahui memiliki ukuran selebar 61 sentimeter dan panjangnya 30 sentimeter. Beratnya yang mencapai 34 kilogram, digadang-gadang akan dengan mudah mengalahkan rekor dunia terakhir yang disandang oleh Mutiara Lao Tzu dengan berat 6,4 kilogram.

Mutiara dijuluki Ratunya Batu Mulia. Batuan ini dihasilkan oleh moluska, sejenis tiram, remis dan kerang laut maupun air tawar. Mutiara air asin dihargai lebih mahal dari air tawar. Ukurannya berbeda-beda, tetapi umumnya berbentuk bulat sempurna dan berwarna putih.

Selama berabad-abad, benda ini dikagumi setiap mata yang memandangnya. Mutiara banyak diolah menjadi perhiasan, obat kecantikan, formula cat dan dianggap membawa keberuntungan.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement