Pelarangan burkini dan burqa memang menjadi momok di beberapa negara Eropa dalam kurun beberapa waktu ini. Pasalnya, banyak yang menganggap pelarangan ini sebagai kontroversi yang menuju islamophobia.
Pelarangan ini sebenarnya bukan tidak berdasar. Serangkaian serangan teroris di Eropa memang membuat pemerintah terpojok akibat dari tekanan masyarakatnya yang meminta mereka untuk bertindak. Akhirnya mereka memutuskan untuk melarang penggunaan burkini dan burqa.
Namun, tidak semua negara di Eropa mengikuti kebijakan pelarangan. Okezone akan merangkum negara-negara yang melarang penggunaan burqa serta burkini.
AUSTRIA
Pelarangan penggunaan burqa atau burkini di Austria memang bersifat belum legal sepenuhnya. Sebab gembar-gembor masalah pelarangan ini kerap disampaikan hanya oleh politikus dari partai konservatif. Para politisi tersebut mengklaim para perempuan yang menggunakan burqa dapat mencegah mereka berintegrasi sepenuhnya dengan para warga Austria yang didominasi para pemeluk Katolik.
Juru bicara Mahkamah Agung Austria juga menegaskan tidak ada dasar hukum pelarangan penggunaan penutup wajah seperti burqa. Namun terdapat kasus di Austria ketika seorang perempuan Muslim dipecat akibat ia menggunakan burqa. Perusahaan mengklaim ia dipecat karena burqa membuat perempuan tersebut kurang berinteraksi dengan para klien.
Juru bicara Kementerian Olahraga Austria mengatakan perihal burkini, negaranya tidak melarang sebab setiap orang berhak menggunakan pakaian yang mereka anggap pantas ketika berada di kolam renang.
BELGIA
Belgia sendiri sudah melarang penggunaan burqa sejak 2011 dan sudah ada 60 perempuan yang terjerat masalah hukum akibat pelarangan ini. Selain itu, Belgia juga sudah melarang penggunaan burkini di kolam renang umum. Namun, pakaian renang ini masih diperbolehkan digunakan di pantai.
Namun, sudah ada wacana di Belgia yang dicanangkan oleh beberapa partai yang menginginkan burkini secara sepenuhnya dilarang digunakan.
PRANCIS
Prancis merupakan negara pertama di Eropa yang secara sepenuhnya melarang penggunaan burqa dan niqab di ranah publik. Tidak sampai di situ saja, belasan kota di Prancis juga melarang penggunaan burkini. Dilaporkan, pelarangan ini rata-rata berpusat di wilayah Prancis bagian tenggara yang terdapat banyak populasi warga muslimnya.
Perdana Menteri Manuel Valls mengklaim pelarangan burkini sebenarnya upaya perlindungan pantai dari pengaruh agama. Ia mengatakan burkini merupakan bentuk pertanda penaklukan terhadap perempuan.
Sebenarnya sudah banyak kelompok hak asasi manusia memperjuangkan dihentikannya pelarangan ini. Namun pihak pengadilan di Prancis mengatakan pelarangan burkini merupakan hal yang dianggap langkah yang perlu dilakukan.
JERMAN
Partai konservatif yang dipimpin Angela Merkel mengatakan Jerman perlu melarang penggunaan burqa. Menteri dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere juga mengatakan penutup wajah atau kerudung untuk para perempuan tidak memiliki tempat di Jerman. Namun, ia menuturkan akan sulit melarang penggunaan burqa secara nasional.
Pengadilan di Jerman sendiri pada 22 Agustus akhirnya memberikan putusan untuk para perempuan Muslim tidak menggunakan niqab ketika menghadiri sekolah sore. Dilaporkan, saat ini Jerman masih terus merancang peraturan pelarangan penggunaan burqa di ranah publik. Namun terkait burkini, hal ini masih belum banyak dibahas di Jerman.
SPANYOL
Pada 2010, dewan Kota Lleida di Spanyol melarang penggunaan burqa dan penutup wajah. Mereka mengklaim dapat menyulitkan identifikasi dan berkomunikasi di gedung pemerintahan.
Wilayah Katalunya juga mencanangkan pelarangan yang sama. Namun, pada 2013, Mahkamah Agung Spanyol menghapus pelarangan ini. Sempat ada diskusi akhir-akhir ini terkait pelarangan penggunaan burqa di seluruh Spanyol, namun hal ini tidak pernah menyeruak secara besar. Pasalnya, sangat sedikit perempuan Muslim di Spanyol yang menggunakan kerudung yang bersifat sepenuhnya tertutup
(Emirald Julio)