MAKKAH - Salat Jumat di Masjidil Haram menjadi primadona bagi para jamaah haji, mukimin, serta penduduk setempat lantaran ganjarannya berlipat ganda. Tak heran di musim haji seperti saat ini nyaris tidak ada tempat kosong tersisa di Masjidil Haram.
Telat datang sedikit saja ke masjid, risikonya Salat Jumat di bawah sengatan matahari di pelataran masjid atau salat di dalam mal areal Zamzam Tower.
Tim Media Center (MCH) yang berangkat dari pemondokan di wilayah Syisyah pada pukul 09.30 Waktu Arab Saudi (WAS) tiba di Terminal Ajyad sekira pukul 09.45 WAS tak berarti dapat duduk di saf depan di Masjidil Haram atau minimal lokasi yang bisa memandang langsung Kakbah. Padahal, adzan pertama salat Jumat baru berkumandang pukul 11.53 WAS.
Jangankan berharap saf depan, untuk antre ke toilet dan wudhu saja, butuh waktu sekira 15 menit lebih. Begitu pula perjalanan dari tempat wudhu ke pintu masuk masjid, butuh 10 menitan di bawah sengatan sinar mentari. Para jamaah Salat jumat tampak sudah menyemut di pelataran Masjidil Haram.
Tim MCH awalnya ingin masuk Masjidil Haram dari Malik Abdul Aziz Gate yang perdana dibuka hari ini. Tapi ternyata kepadatan jamaah sudah melampaui batas sehingga para askar menutup akses ke pintu tersebut.