Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Melihat Ritual Adat Masyarakat Cisungsang di Banten

Iqbal Multatuli , Jurnalis-Minggu, 28 Agustus 2016 |06:22 WIB
Melihat Ritual Adat Masyarakat Cisungsang di Banten
Ilustrasi
A
A
A

SERANG - Siapa yang tak kenal Suku Baduy? Sekelompok masyarakat adat dengan tradisi adat sangat kuat yaitu Seba Baduy. Selain masyarakat Baduy, di Kabupaten Lebak terdapat masyarakat adat lain yaitu Cisungsang pemilik acara adat Seren Taun.

Seren Taun yang berarti menyimpan padi ke lumbung merupakan ritual tahunan masyarakat Kasepuhan Cisungsang, yang berlokasi di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Ritual Seren Tuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan pasca-panen padi. Ritual ini adalah akhir sekaligus awal kegiatan sosial masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang.

Disebut akhir karena pada ritual Seren Taun seluruh masyarakat adat memberikan laporan aktivitasnya selama setahun. Disebut awal, karena pada ritual ini Kepala Adat yang dipimpin Abah Usep Suyatma Sr memberikan wejangan-wejangan dan bekal untuk aktivitas setahun ke depan.

Untuk menuju ke Cisungsang, butuh waktu sekira 4 jam dari Ibu Kota Provinsi Banten yakni Kota Serang. Berbeda dengan Baduy, masyarakat Cisungsang lebih terbuka terhadap pembangunan dan perkembangan tekonologi.

Permukiman Cisungsang sudah terakiri listrik, sedangkan untuk bertani masyarakat menggunakan alat-alat modern. Masyarakat di sana menggunakan perangkat elektronik seperti TV, radio, tape recorder dan telepon.

Meski begitu, masyarakat adat Cisungsang tidak meninggalkan budaya asli leluhur seperti bentuk rumah tradisi yaitu rumah kayu berbentuk panggung dengan alat memasak tungku (hawu) yang di atasnya dilengkapi tempat penyimpanan alat-alat dapur yang disebut Paraseuneu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten Opar Sochari mengatakan, Ritual Seren Taun juga merupakan ajang silaturahmi antara anggota masyarakat kasepuhan dengan kepala adat.

Dalam menentukan waktu pelaksanaan ritual, lanjut Opar, Kepala Adat mengundang para penasihat, perangkat Kasepuhan, dan para réndangan (perwakilan masyarakat adat), tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah desa, kecamatan, kepolisian untuk menyampaikan rangkaian kegiatan dimaksud.

“Seren Taun yang dilaksanakan selama 7 hari 7 malam, berlokasi di Imah Gede, yaitu tempat kediaman Kepala Adat, diisi dengan berbagai kegiatan dan ritual adat. Ritual Adat Seren Taun juga merupakan puncak siklus dari tradisi masyarakat Kasepuhan Cisungsang dalam proses pengolahan, menanam, memelihara, menyimpan, dan menghargai padi,” kata Opar.

Tahun ini, pelaksanaan Seren Taun digelar mulai 22 hingga 29 Agustus 2016, dengan mengambil tema “Mi Eling Ciri Wanci Ti Karuhun” (Mengingat merupakan ciri waktu dari Karuhun).

Seperti biasa, upacara adat Seren Taun akan dihadiri oleh kepala daerah. Rencananya pada hari Minggu, 28 Agustus 2016, Gubernur Banten Rano Karno, beserta jajaran akan menghadiri upacara adat tersebut.

“Adapun beberapa rangkaian ritual yang akan dan sudah digelar disana. Tetapi puncak acaranya nanti hari Minggu, akan ada upacara adat, seserahan dan acara budaya lainnya,” ungkapnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten Deden Apriandhi memastikan kehadiran Gubernur Banten Rano Karno di acara puncak Seren Taun tersebut. “Pak Gubernur Insya Allah hadir di acara puncak. Bahkan beliau ada beberapa agenda lainnya disana,” jelasnya.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement