Perpustakaan jalanan itu didirikan sejak 7 November 2010. Lapak biasa digelar setiap Sabtu sore atau malam di Taman Cikapayang Dago. Hanya bermodalkan beberapa spanduk dan diterangi lampu jalanan, buku-buku koleksi para pegiat perpustakaan jalanan itu cukup diminati warga.
"Buku-buku kita ini hasil dari donasi-donasi. Sekarang totalnya ada sekira 200 buku. Kebanyakan milik kita selain ilmu pengetahuan lebih banyak novel," tutur Ardi.
Terkait soal pemberlakuan jam malam oleh TNI, Ardi enggan mengomentari hal tersebut. Menurutnya lapak itu akan tutup jika tidak ada lagi pembaca. "Kita tutup kalau sudah sepi," ucapnya.
Sebagaimana diketahui lapak perpustakaan jalanan di Bandung dibubarkan TNI beberapa hariu lalu. Seorang pegiat perpustakaan ikut dipukul aparat. TNI beralasan menertibkan kawasan itu dalam rangka membantu pemerintah dan kepolisian menyusul adanya tindakan kriminal yang dilakukan berandal bermotor beberapa waktu silam.
(Salman Mardira)