Filipina Terus Gempur Abu Sayyaf
Militer Filipina terus meningkatkan upaya memberantas kelompok Abu Sayyaf. Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Ernesto Abella, mengumumkan rencana penambahan pasukan militer ke pulau yang menjadi markas dari Abu Sayyaf.
Sepanjang akhir pekan lalu, militer Filipina telah berhasil menewaskan puluhan anggota Abu Sayyaf di Pulau Jolo. Operasi tersebut dilakukan setelah Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan pemusnahan kelompok yang berafiliasi ke ISIS itu.
“Kami akan mengerahkan kekuatan penuh dengan meluncurkan segala sumber daya yang kami punya melawan Abu Sayyaf di Jolo. Kami akan menambahkan pasukan sebanyak lima batalyon atau sekira 2.500 orang,” ujar Ernesto Abella.
Abu Sayyaf selama ini merongrong keamanan serta stabilitas di Filipina. Kelompok tersebut dikenal sering melakukan penyanderaan. Uang tebusan dari para sandera dimanfaatkan untuk membiayai operasional kelompok seperti membeli persenjataan.
Tidak hanya menyandera warga lokal Filipina, Abu Sayyaf juga gemar menyandera warga negara asing. Tercatat, warga Kanada, Indonesia, dan Malaysia menjadi korban penyanderaan mereka di Pulau Jolo.
DPR Gelar Rapat dengan Menlu
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi meminta diadakan rapat tertutup guna menjawab pertanyaan Komisi I DPR RI soal pembebasan WNI sandera Abu Sayyaf dan keanggotaan kelompok separatis Papua di MSG. Para awak media yang meliput jalannya rapat sejak pagi pun diminta untuk keluar dari balkon atas ruang sidang.
Anggota Komisi I DPR RI sebelumnya mempertanyakan perihal pembebasan sembilan WNI yang tersisa kali ini, mengapa terlalu berlarut-larut. Padahal penyanderaan pertama dan kedua sudah cepat pembebasannya.
Dari 11 ABK yang terakhir disandera empat kelompok bersenjata yang berbeda, dua di antaranya telah melarikan diri. Kedua ABK tugboat Charles itu ditemukan di Desa Barangay, Bual, Kota Luuk, Filipina. Mereka ialah Muhammad Sofyan yang sampai di Pantai Bangaray pada Rabu 17 Agustus pukul 07.00 dan Ismail ditemukan warga pada sorenya pukul 16.30 waktu Filipina.
Terhitung, lima ABK tugboat Charles kawanan Sofyan dan Ismail sudah 71 hari disandera dua kelompok Abu Sayyaf yang berbeda. Mereka diculik pada 21 Juni di perairan Jolo, Filipina Selatan saat berlayar pulang menuju Samarinda, Kalimantan Selatan, Indonesia.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.