(Baca juga: Habisi 2.400 Nyawa, Duterte Bersumpah Tumpas Gembong Narkoba)
Banyak pihak mengkritik kebijakan pria berjuluk Digong tersebut. Mulai dari gereja Katolik di Filipina, kelompok pegiat HAM, anggota parlemen, hingga PBB. Akan tetapi, Duterte memilih menutup kedua telinganya dan menjalankan hal-hal yang benar menurut pertimbangannya.
“Akan ada lebih banyak orang yang dibunuh sampai mereka keluar dari jalan (sesatnya). (Penembakan akan terus berlanjut) sampai semua pengedar narkoba tewas. Kami akan terus melakukannya dan saya juga begitu,” tegas dia.
Duterte juga meyakinkan, apa pun yang terjadi dia tidak akan tunduk pada perintah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam diketahui adalah salah satu negara yang pernah menjajah Negeri Lumbung Padi.
“Saya tidak mau ambil peduli sama sekali terhadap siapa pun yang mencoba-coba mengamati perilaku saya. (Walaupun) ada juga (kepala negara) yang memiliki kapasitas mental seperti anjing yang suka mengekor pada AS,” tukasnya.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.