Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menengok Sejarah Kesultanan Kotawaringin di Kalimantan

Sigit Dzakwan , Jurnalis-Kamis, 15 September 2016 |06:34 WIB
Menengok Sejarah Kesultanan Kotawaringin di Kalimantan
Bangunan peninggalan sejarah Kerajaan Kotawaringin (Sigit/Okezone)
A
A
A

KOTAWARINGIN - Kerajaan Kotawaringin merupakan salah satu kerajaan Islam yang wilayah intinya sekarang yang menjadi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Kerajaan ini bagian dari kepangeranan cabang Kesultanan Banjar.

Menurut catatan istana al-Nursari di Kotawaringin Lama (Kolam), kerajaan itu didirikan pada 1615 atau 1530 Masehi. Mulanya, Kotawaringin merupakan keadipatian yang dipimpin Dipati Ngganding.

Berdasarkan perjanjian kongsi dagang Belanda (VOC) dengan Kesultanan Banjar, Kotawaringin merupakan salah satu negara dependensi atau negara bagian di dalam "negara Banjar Raya".

"Kotawaringin secara langsung menjadi bagian dari Kesultanan Banjar, sehingga sultan-sultan Kotawaringin selalu memakai gelar pangeran jika mereka berada di Banjar. Tetapi di dalam lingkungan Kotawaringin sendiri, para pangeran (pangeran ratu) yang menjadi raja juga disebut dengan sultan," ujar Sultan Kutaringin XIV, Pangeran Ratu Alidin Sukma Alamsyah, di Istana Kuning Pangkalan Bun, Kamis (15/9/2016).

Sedangkan sebutan Pangkalan Bun yang kini jadi nama Ibu Kota Kotawaringin Barat berawal kisah Sultan Imanuddin melakukan perjalanan dari Kotawaringin Lama (Kolam) menuju Kumai bahkan sampai ke Banjarmasin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement