Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ungkap Tersangka Penembakan MH17, Penyidik Butuh Investigasi Lanjutan

Silviana Dharma , Jurnalis-Rabu, 28 September 2016 |21:12 WIB
Ungkap Tersangka Penembakan MH17, Penyidik Butuh Investigasi Lanjutan
Bangkai pesawat Malaysia Airlines MH17. (Foto: BBC)
A
A
A

PENYELIDIKAN independen Badan Keamanan Penerbangan Belanda atau Dutch Safety Board mengumumkan hasil penyelidikan terhadap ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di perbatasan Ukraina-Rusia. Polisi Senior Belanda, Wilbert Paulissen menyimpulkan pesawat yang membawa 298 penumpang dan kru pesawat tersebut telah ditembak jatuh oleh senjata perang yang disebut sistem misil Buk.

Pihak yang menembak dipastikan adalah kelompok pemberontak pro-Rusia yang berkuasa di Donetsk, Torez dan Snizhne. Lebih dari 100 tersangka potensial diidentifikasi. Namun begitu, tak satu nama pun disebutkan. Otoritas terkait menjelaskan, untuk mengungkap tersangka sesungguhnya, penyidik masih butuh investigasi lebih lanjut.

Penyidik gabungan yang terdiri dari para jaksa asal Belanda, Australia, Malaysia, Belgia dan Ukraina menjelaskan selama setahun lebih mereka berusaha merampungkan penyelidikannya. Semua jasad tak utuh dari para korban, barang bawaan dan bangkai pesawat diteliti. Informasi disatukan dari berbagai pihak.

Mereka menemukan rekaman dan gambar-gambar yang membuktikan keterlibatan kelompok separatis pro-Rusia dalam peluncuran sistem misik Buk. Misil tersebut ditembakkan dari teritori mereka di Donbass dan Snizhne.

Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi mata, tim penyidik gabungan dipercaya untuk melakukan penelusuran mendalam dan melakukan penuntutan terhadap pihak yang nantinya terbukti bersalah. Mandat ini diberikan setelah Dewan Keamanan PBB dinilai gagal menjatuhkan resolusi yang dapat diperkarakan hingga ke pengadilan internasional pada pertemuan Juli 2015.

Setelah dua tahun lebih berlalu, penyelidikan terhadap pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina akhirnya menemukan titik terang. Semua pertanyaan yang berkecamuk di benak keluarga korban sedikit demi sedikit menuai jawaban.

“Kami (akhirnya) bisa memperoleh kesimpulan soal pihak yang bertanggung jawab antara Rusia atau Ukraina. Saya rasa kami baru saja mendapatkan konfirmasi dari pertanyaan yang berkeliaran di benak kami selama berbulan-bulan, itu yang utama,” kata Silene Fredriksz, ibu dari Bryce, pria yang menjadi korban ditembak jatuhnya MH17, seperti disunting dari Independent, Rabu (28/9/2016).

Bryce adalah salah satu dari 283 penumpang Malaysia Airlines MH17 yang ditembak misil Buk 9M38 pada 17 Juli 2014. Dia tewas bersama kekasihnya, Daisy yang juga ikut terbang dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia. Nahas, saat itu kelompok separatis Rusia sedang berperang dengan pemerintah Ukraina.

“(Hasil penyelidikan) ini adalah langkah penting. Sebagai keluarga (korban), kami tidak sabar. Kami ingin segera tahu apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana itu (ditembak jatuhnya pesawat MH17) bisa terjadi dan mengapa. Kami ingin pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini mendapat hukuman setimpal,” tukasnya.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement