Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lima Pria Tertinggi di Dunia

Emirald Julio , Jurnalis-Kamis, 29 September 2016 |19:02 WIB
Lima Pria Tertinggi di Dunia
Foto Robert Wadlow bersama adik dan ibunya (Foto: Getty Images)
A
A
A

5. Robert Wadlow (tinggi 2,72 meter)

Robert Pershing Wadlow lahir di Alton, Illinois, AS pada 22 Februari 1918. Ia memilki nama panggilan Raksasa Alton dan tercatat sebagai pria tertinggi sepanjang sejarah manusia.

Wadlow mencapai tinggi badan maksimalnya pada usia 22 tahun dengan tinggi 2,72 meter dan bobot 199 kilogram. Tinggi badannya yang menakjubkan disebut dipengaruhi oleh hiperplasi pada kelenjar di bawah otak yang menyebabkan tingginya tingkat hormon pertumbuhan di tubuhnya.

Namun, seperti pria tertinggi di dunia sebelumnya, Wadlow juga menderita kesulitan berjalan akibat tinggi badannya. Walaupun ia mengalami kesulitan untuk bergerak, Wadlow menolak untuk menggunakan kursi roda selama ia hidup.

Wadlow menjadi makin terkenal usai ia ikut tur dengan Ringling Brothers Circus pada 1936. Pada 1938, ia sempat menjalani tur dengan perusahaan International Shoe Company (INTERCO) dan mereka memberinya sepatu-sepatu gratis. Dikabarkan, sepatu-sepatu ini masih dipamerkan di beberapa lokasi di AS.

Terdapat satu hal yang unik juga dari Wadlow, selain karena tinggi badannya. Pasalnya, ia masuk sebagai bagian Orde DeMolay, yaitu organisasi yang dibiayai oleh Freemason (kerap disetarakan dengan kegiatan dari kelompok Illuminati). Kelompok Illuminati serta Freemason selalu dikelilingi dengan teori konspirasi yang membuat kedua kelompok ini dicap buruk. Salah satu konspirasi yang saat ini masih terus dikaitkan dengan kedua kelompok ini teori bahwa Freemason serta illuminati ingin menguasai dunia dan membuat tatanan dunia baru.

Pada November 1939, Wadlow memiliki gelar Master Mason dari Grand Lodge Illinois. Cincin Freemason-nya disebut sebagai cincin terbesar yang kelompok itu pernah buat.

Pada 4 Juli 1940, ketika ia sedang menghadiri Festival Manisteen National Forest, penahan yang ia gunakan di bagian pergelangan kakinya mengalami masalah dan menyebabkan memar. Sayangnya, memar tersebut berakhir dengan infeksi yang membuat dirinya harus dilarikan ke rumah sakit.

Para dokter sempat memberikannya transfusi darah dan operasi, namun kondisinya makin parah akibat gangguan autoimun. Pada 15 Juli 1940, pria tertinggi di sepanjang sejarah manusia itu akhirnya menghembuskan napas terakhirnya ketika ia sedang tertidur.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement