Share

Ditolak Rakyat, Presiden Kolombia Tetap Pertahankan Referendum Damai

Ahmad Taufik , Okezone · Selasa 04 Oktober 2016 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 04 18 1505598 ditolak-rakyat-presiden-kolombia-tetap-pertahankan-referendum-damai-EOLrINkVw9.jpg Presiden Kolombia upayakan damai dengan kelompok pemberontak FARC (Foto: AFP)

PRESIDEN Kolombia Juan Manuel Santos, dilaporkan terus mengupayakan agar kesepakatan damai dengan pasukan gerilya FARC dapat terwujud. Meskipun, hasil referendum menunjukkan mayoritas masyarakat menolak kesepakatan yang diadakan di Havana, Kuba tersebut.

Baru-baru ini, Presiden Santos dikabarkan telah menunjuk tim pejabat senior pemerintah untuk melakukan pembicaraan dengan pihak oposisi terkait perubahan perjanjian damai dengan kelompok pemberontak FARC. Langkah tersebut disampaikan Santos usai melakukan pertemuan dengan para pemimpin partai politik. Demikian sebagaimana dilansir BBC, Selasa (4/10/2016).

Sebelum ini diketahui bahwa kesepakatan damai yang digelar pada Minggu 2 Oktober dalam bentuk referendum telah ditolak oleh masyarakat dengan jarak suara yang relatif tipis. Dalam pembicaraan tersebut, mantan Presiden Alvaro Uribe yang menolak perjanjian damai tidak ikut menghadiri rapat tersebut. Namun, ia menunjuk tiga juru runding untuk mengadakan pembicaraan dengan pihak pemerintah.

Seorang senator dan pemimpin Partai Pusat Demokrat, Uribe mengatakan ia menginginkan agar para pemberontak yang melakukan kejahatan berat dijatuhi hukuman penjara. Bagi para pemimpin FARC, mereka harusĀ  dilarang melakukan aktivitas politik.

Kesepakatan damai sudah ditandatangani pada pekan lalu setelah empat tahun dilakukan negosiasi yang diadakan di Ibu Kota Kuba, Havana. Perjanjian tersebut kemudian dibuat dalam bentuk referendum untuk diajukan kepada masyarakat Kolombia. Namun, karena hasil referendum menunjukkan perjanjian damai tidak disetujui, kesepakatan itu tidak jadi dilaksanakan.

Padahal, jajak pendapat yang digelar menjelang referendum menyebutkan sebagian besar rakyat Kolombia menyetujui perjanjian damai yang disepakati antara pihak pemerintah dan pemberontak FARC. Namun, usai pemungutan suara, hasil referendum menunjukkan 50,2 persen rakyat Kolombia menolak kesepakatan damai. Kendati memiliki perbedaan yang cukup tipis, perbedaan mencapai 54 ribu suara dari 13 juta pemilih.

Terkait hal ini, Presiden Santos mengatakan pekan lalu tidak ada "rencana B" untuk mengakhiri konflik, yang telah menewaskan sekitar 260.000 orang. "Saya tidak akan menyerah, saya akan terus mencari kedamaian sampai menit terakhir jabatan saya," katanya dalam pidato usai hasil referendumĀ diumumkan.

(FIK)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini