Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Megawati Soekarnoputri

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2016 |12:21 WIB
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri. Foto Dok Okezone
A
A
A

Sosok Dyah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau dikenal dengan sebutan Megawati Soerkarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947 lalu. Megawati merupakan anak kedua dari presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno dari Fatmawati. Semasa kecil Mbak Mega sapaan akrab Megawati Soekarnoputri dihabisan di lingkungan Istana pada saat ayahnya menjabat menjadi orang nomer satu di Indonesia kala itu.

Megawati merupakan satu-satunya anak yang mengikuti jejak sang Proklamator, bahkan dirinya berhasil menjadi Presiden perempuan pertama di Indonesia.

Sebelum menjadi Presiden, sepak terjang di dunia politik ditempuh dalam waktu yang sangat panjang dan penuh liku-liku. Jauh sebelum masuk ke dunia politik praktis, Megawati pernah aktif di sebuah organisasi kemahasiswaan yakni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) pada saat dirinya mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia jurusan Psikologi dan Universitas Padjajaran jurusun Pertanian meski di kedua universtias tersebut tidak selesai, namun semangat pergerakan yang ada diri Megawati kian berkobar-kobar.

Pada awal mula masuk ke dunia politik praktis medio 1986, Megawati saat itu dipercaya menjadi wakil ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Cabang Jakarta Pusat, saat itulah karier politiknya kian menanjak. Tujuh tahun kemudian atau sekira tahun 1993. Megawati terpilih berada di puncak kepemimpinan PDI, beliau kembali dipercaya menjadi ketua umum PDI. Akan tetapi di tengah saat partai berjalan selama tiga tahun atau kira-kira tahun 1996, partai berlambang kepala banteng itu mengelar kongres di Kota Medan. Dalam kongres tersebut kepemimpinan Megawati harus lengser dan digantikan oleh Soeryadi. Megawati tidak mengakui keputusan tersebut sehingga terjadi dua kepemimpinan di PDI.

Sejak itulah PDI terpecah menjadi dua kubu, bahkan untuk memperebutkan posisi tersebut terjadi peristiwa berdarah yang menewaskan beberapa simpatisan dari kubu Megawati atau dikenal dengan peristiwa 27 Juli atau Kudatuli. pada saat itu simpatisan dari kubu Soeryadi merampas markas PDI yang terletak di Jalan Diponogoro, Cikini, Jakarta Pusat.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement