Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Megawati Soekarnoputri

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2016 |12:21 WIB
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri. Foto Dok Okezone
A
A
A

Tidak terima yang dilakukan oleh kubu Soeryadi, Megawati memperkarakannya hingga ke Meja hijau, sehingga dalam peristiwa tersebut elektabilitas partai kian morosot, lantaran terjadi dualisme kepimpinan yang berujung peristiwa berdarah.

Di tahun 1999, akhirnya Megawati menganti nama dari PDI Mega menjadi PDI Perjuangan atau disingkat PDIP. Gerakan PDIP pada saat itu dibilang sangat cepat bahkan tidak sampai satu tahun, partai berlambang banteng kekar bermoncong putih memenangkan Pemilu sehingga mampu mengusung Presiden baru yakni KH Abdurahman Wahid (Gusdur) dan dirinya sebagai wakil presiden.

Tidak sampai lima tahun, tepatnya 23 Juli 2001, mandat MPR RI memutuskan bahwa jabatan Gusdur terpaksa dicabut dan kepemimpinan dalam pemerintah secara otomatis digantikan oleh Megawati.

Pada masa pemerintahan Megawati merupakan titik yang paling kuat dalam hal konsolidasi demokrasi di Indonesia, pada masa pemerintahannya terjadi Pemilihan Presiden secara langsung dipilih oleh rakyat, hal ini dianggap merupakan keberhasilah proses demokratisasi di Indonesia.

Dalam Pemilu 2004 Megawati harus kalah suara oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga mantan Menteri Koordinator di pemerintahannya. Dan akhirnya Megawati harus menyerahkan tongkat kekuasaannya kepada SBY selama dua periode.

Berikut Profil singkat.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement