Badrodin Haiti

Giovanni, Jurnalis · Rabu 18 Februari 2015 16:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 02 18 17 1107580 badrodin-haiti-LK0upLJIcd.jpg Komjen Pol Badrodin Haiti (kanan) bersalaman gaya komando dengan Jenderal Polisi Sutarman. (Foto: dok. Okezone)
JAKARTA - Komjen Pol Drs Badrodin Haiti saat ini tengah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Pria kelahiran Paleran, Umbulsari, Jember, Jawa Timur, 24 Juli 1958 ini, juga tengah menjadi pembicaraan setelah namanya diajukan oleh Presiden Jokowi untuk menjadi calon kapolri.

Badrodin memulai pendidikan dasarnya di SDN Paleran 1. Dia sempat pindah ke blitar saat kelas 6 dan melanjutkan kembali pendidikan menengahnya di Jember. Kemudian Badrodin menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada 1982. Dikenal selalu mendapat penghargaan sejak SD, Badrodin pun membuktikan diri bahwa dia mampu menjadi salah satu lulusan terbaik AKABRI jurusan Kepolisisn dan berhak mendapat gelar Adhi Makayasa.

Adapun pria yang dikenal keluarganya sebagai sosok yang sederhana ini mengawali karier sebagai Danton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya pada 1982. Saat itu dia masih berpangkat Ipda. Kemudian pada 1993, Badrodin diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Kapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya.

Sebelum menjabat sebagai Plt. Kapolri, Badrodin tercatat sudah sering kali diberikan kepercayaan sebagai Kapolda. Badrodin pernah dipercaya menjabat sebagai Kapolda Banten, Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Kapolda Sumatera Utara dan Kapolda Jawa Timur.

Rekam jejak karier putra K.H. Ahmad Haiti dan Siti Aminah ini terbilang cukup baik. Namun, namanya mulai menjadi buah bibir ketika dia menjabat sebagai Kapolda Sulteng. Ketika itu Badrodin yang masih berpangkat sebagai Brigadir Jenderal Polisi dinilai oleh sejumlah pihak berhasil mendamaikan Poso. Bahkan beberapa kalangan tak segan untuk menjulukinya sebagai juru damai Poso.

Awalnya Badrodin disangsikan oleh sebagian warga Poso yang sudah tidak percaya lagi dengan institusi kepolisian. Namun keputusannya untuk bernaung di Polres Poso selama menjabat sebagai Kapolda Sulteng akhirnya berhasil meredakan kekerasan yang seringkali terjadi di daerah konflik tersebut.

Setelah masa jabatannya sebagai Kapolda Sulteng habis, Badrodin pun ditarik kembali ke Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Hukum Polri sebelum dia kembali ditugaskan sebagai Kapolda di Sumatera Utara. Kemudian pada 4 Maret 2014, Nama Badrodin ditunjuk untuk menjadi Wakapolri menggantikan Komjen. Pol. Oegroseno yang harus pensiun ketika itu.

Menyusul penetapan status tersangka kepada calon tunggal kapolri Budi Gunawan saat ini, nama Badrodin akhirnya ditunjuk untuk menjadi pelaksana tugas Kapolri menggantikan Jend.Pol. Sutarman. Usai memutuskan tidak melantik Budi Gunawan sebagai kapolri, Presiden Jokowi menyebutkan nama Badrodin sebagai calon tunggal guna mengisi posisi tersebut.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini