Image

Johan Budi

Giovanni, Jurnalis · Rabu 18 Februari 2015, 16:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 02 18 17 1107600 johan-budi-GXb4ps88xM.jpg Johan Budi ditetapkan menjadi pimpinan KPK sementara setelah dua pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka Polri. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengangkat Johan Budi Sapto Pribowo sebagai pimpinan KPK sementara. Mantan Juru Bicara KPK ini diangkat bersama dua tokoh lainnya, yakni Taufiqurrahman Ruki dan Indriyanto Seno Aji.

Johan Budi adalah alumnus Teknik Gas dan Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI). Pria berkacamata itu sempat bekerja di perusahaan Petrokimia sebelum merintis karier di dunia jurnalistik.

Dia memulai kariernya sebagai wartawan di Forum Keadilan, seiring waktu berjalan, Johan bergabung ke Majalah Tempo. Di Tempo, Johan sempat menjadi Kepala Biro Jakarta, Kepala Tempo News Room dan redaktur bidang nasional. Setelah sekian lama melintang di dunia jurnalistik, Johan memutuskan bergabung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di lembaga antirasuah itu Johan menjabat sebagai juru bicara KPK sejak 2007. Dan pada 2008-2009, Johan merangkap sebagai Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Johan sendiri sudah tiga periode menjadi juru bicara KPK. Karier Johan cukup moncer di KPK Dia juga dipercaya sebagai Kepala Biro Humas KPK dan pada tahun 2014 dia dilantik sebagai Deputi Pencegahan KPK menggantikan Iswan Elmi yang diangkat menjadi deputi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKB).

Prestasi moncer Johan Budi bukan tanpa masalah. Dia dua kali dilaporkan ke polisi. Pertama oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rentang Mei 2013. Saat itu, KPK tengah menyidik kasus eks Ketua Umum PKS Lutfi Hasan Ishaq. PKS melaporkan Johan Budi karena menyebut PKS tidak kooperatif dalam penyitaan harta milik LHI yang tersangkut suap.

Lain itu, Johan Budi juga dilaporkan Andar Situmorang, pimpinan salah satu LSM. Dia melaporkan Johan Budi menyalahgunakan wewenang karena menemui orang yang berperkara di KPK, yaitu Nazarudin. Pertemuan dilakukan di rentang 2011, dua kali di kediaman Nazarudin dan dua kali di restoran.

Sebagai salah satu petinggi KPK, Johan dikenal sebagai sosok yang sering menyampaikan surat pengunduran diri. Pada 2011, pria yang dikenal berani ini pernah mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai juru bicara KPK. Dia mengaku, ingin lebih fokus dalam menjalani proses seleksi calon pimpinan KPK saat itu.

Di sisi lain, surat pengunduran diri ini juga dimaksudkan Johan untuk memberikan keleluasaan kepada Deputi Pengawasan Internal KPK dalam melakukan pemeriksaan terhadapnya. Adapun saat itu Johan disangka terseret dalam kasus korupsi wisma atlet ketika sebelumnya Muhammad Nazarudin menudingnya ikut dalam pertemuan di Hotel Formula One, Cikini. Namun, pimpinan KPK saat itu meminta Johan untuk tetap bertahan sebagai juru bicara KPK.

Kontradiksi dengan pengunduran diri Johan, pada 2012 KPK pernah diminta untuk memecat Johan. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi III DPR RI kala itu, Said Muhammad. Alasannya, Johan dinilai bersikap tidak selayaknya juru bicara KPK. Bahkan, sikap Johan dianggap melebihi komisioner KPK.

Namun pempimpin KPK, Abraham Samad, memiliki penilaian tersendiri tentang Johan. Abraham menilai Johan memiliki kinerja yang bagus sehingga membuatnya layak untuk tetap menempati jabatannya. Johan juga dinilai masih cukup produktif untuk tetap memberikan kontribusinya dalam hal pemberantasan korupsi negara ini.

Belum lama ini, Johan kembali menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai juru bicara KPK. Dalam suratnya ia mengakui pengunduran dirinya ini menyusul keinginannya untuk dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas barunya sebagai Deputi Pencegahan KPK.

Kini, sesuai ketetapan Presiden Jokowi, Johan dipercaya menjadi pimpinan KPK. Dia akan mengomando lembaga ini dalam pemberantasan korupsi di Indonesia setelah dua pimpinannya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri dalam berbagai kasus.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini