Taufiequrachman Ruki

Giovanni, Jurnalis · Jum'at 20 Februari 2015 14:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 02 20 17 1108305 taufiequrachman-ruki-dvdQTzCqFO.jpg Taufiequrachman Ruki. (Foto: Antara)

IRJEN Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki merupakan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertama. Belum lama ini, namanya kembali ditunjuk untuk menjadi pimpinan KPK, usai Abraham Samad dan Bambang Widjojanto diberhentikan sementara.

Pria yang lahir di Rangkasbitung, Lebak, Banten, 18 Mei 1946, tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1971. Saat itu predikat lulusan terbaik disematkan padanya.

Tak hanya itu, ketika menempuh pendidikan di PTIK Ruki berhasil lulus dengan peringkat empat terbaik. Kemudian pada 1987 dia berhasil meraih gelar S-1 dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945.

Karir Ruki di dunia kepolisian ditandai ketika dia menjabat sebagai Komandan Peleton Taruna Akpol pada 1970 hingga 1971. Sepanjang kariernya di dunia kepolisian, Ruki tidak pernah tersandung masalah.

Pada 1992-1997, Ruki yang ditunjuk sebagai Kepala Kepolisian Wilayah Malang juga terpilih sebagai anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi TNI Polri. Selepas itu nama Ruki lebih sering terdengar di DPR dan MPR. Dia menduduki jabatan sebagai anggota dewan pada kurun 1999 hingga 2001.

Ruki ditetapkan sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 16 Desember 2003 dengan raihan 43 suara dalam pemilihan. Dia mengalahkan empat calon lainnya yaitu Amien Sunaryadi, Sjahrudin Rasul, Tumpak Hatorangan Panggabean dan Erry Riyana Hardjapamekas.

Mantan polisi dengan pangkat terakhir inspektur jenderal polisi bintang dua ini pernah memperoleh beberapa penghargaan di antaranya Satya Lencana Kesetiaan VIII, XIV, XXIV serta Bintang Bhayangkara Narariya dan Pratama.

Beberapa waktu lalu, dua pimpinan KPK kembali diisukan terjerat beberapa kasus hingga diberhentikan sementara dari jabatannya. Bersama dengan Johan Budi dan Indriyanto Seno Aji, nama Ruki ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menjadi pelaksana tugas pimpinan KPK mengisi kursi kosong yang ditinggalkan oleh Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini