nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FOKUS: Habis Narkoba, Kini Duterte Bidik Pecandu Rokok

Randy Wirayudha, Jurnalis · Rabu 12 Oktober 2016 05:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 11 18 1511940 fokus-habis-narkoba-kini-duterte-bidik-pecandu-rokok-O0c9Rd3WeT.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

GEMBONG, pengedar, dan pecandu narkoba mulai berbondong-bondong insaf setelah kebijakan keras nan kontroversial Rodrigo Duterte diterapkan. Next setelah urusan narkoba, Presiden Filipina itu kini tengah membidik persoalan rokok.

Genderang perang terhadap rokok disinyalkan akan segera ditabuh Duterte. Indikasinya, kini regulasi pelarangan rokok sudah disiapkan dan tinggal dibubuhi tanda tangannya.

(Baca: Filipina Canangkan Pelarangan Rokok di Ruang Publik)

Dalam draf rancangan regulasi tersebut, nantinya “Negeri Pinoy” akan menindak setiap orang yang merokok di khalayak publik, mulai dari bangunan-bangunan umum indoor maupun outdoor, kendaraan umum hingga kendaraan pribadi, tempat parkir, sejumlah terminal serta halte bus.

Regulasi seperti ini sebenarnya bukan “barang” baru. Draf pelarangan rokok ini bahkan isinya “11-12” dengan aturan yang pernah diterapkan Duterte kala menjabat Wali Kota Davao.

Bahkan ketika masih jadi pejabat di Davao, Duterte pernah memaksa turis lokal menelan puntung rokoknya sendiri. Kejadian itu, seperti disadur Rappler, terjadi setelah si perokok enggan mematuhi aturan larangan merokok di muka publik.

Di sisi lain pelarangan ini nantinya akan berpengaruh pada pendapatan perusahaan-perusahaan rokok. Tapi Menteri Kesehatan (Menkes) Filipina Paulyn Ubial mengingatkan, setiap perusahaan rokok yang protes akan langsung berhadapan dengan Duterte.

“Terserah Anda jika ingin menentang. Nantinya Anda akan berhadapan dengan Presiden (Duterte),” cetus Ubial, dikutip Philstar, Senin 10 Oktober 2016.

Tapi secara terpisah, setidaknya salah satu perusahaan rokok BAT (British American Tobacco) yang selama ini memproduksi rokok bermerek Pall Mall dan Lucky Strike, menyatakan tidak akan menentang (rencana) regulasi yang diindikasikan, akan segera ditandatangani Duterte dan mencakup segala penjuru Filipina itu.

“Pelarangan semacam itu sebenarnya sudah diimplementasikan di Filipina dengan beragam tingkatan hukum, seperti yang termaktub di Republic Act 9211, atau Tobacco Regulations Act 2003,” timpal CEO BAT Filipina James Michael Lafferty.

“Kami tidak melihat ada masalah dengan pemerintahan baru yang ingin yang ingin lebih mendorong regulasi yang sama di seluruh unit pemerintahan lokal (di Filipina),” lanjutnya, sebagaimana diwartakan Business Mirror.

Lafferty juga memaparkan bahwa BAT Filipina siap mendukung regulasi pemerintah dan siap menjadi perusahaan produsen rokok yang bertanggung jawab. Baik soal pengetatan rokok yang tak boleh dibeli anak di bawah umur, hingga tanggung jawab pajak terhadap pemerintah.

Mencuatnya aturan tentang pelarangan rokok di muka publik ini, disebutkan didasari kedengkian Duterte soal rokok. Semua itu bersumber dari penyakit Barrett Esophagus yang diderita Duterte beberapa waktu lalu, akibat kecanduan rokok.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini