Saat ini, Tatang mengaku terus memantau dan memetakan tingkat kerawanan di Aceh. Selain itu, ia menyebut masih memiliki waktu beberapa bulan ke depan untuk menyiapkan pengalaman.
"Kita akan mengambil langkah-langkah bagaimana menyiapkan satuan agar kalau ada terjadi sesuatu kita akan cepat tanggap. Syukur kalau kita dari awal bisa mengetahui atau memetakan. Dengan penyuluhan. Imbauan lah intinya, bahwa ini pesta. Pesta semua itu pesta, tidak ribut," sambungnya.
Sementara untuk penggantinya di Puspen TNI, ia mengimbau agar kerjasama antara Puspen dengan awak media itu semakin dekat lantaran saling memerlukan.
"Puspen memerlukan untuk publikasi tentang semua yang berhubungan dengan TNI. Sementara awak media juga perlu informasi. Antara informasi dan publikasi itu bisa take and give," tandasnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.