Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Raden Angga Wacana dan Legenda Janur Kuning

Syamsul Maarif , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2016 |11:09 WIB
Raden Angga Wacana dan Legenda Janur Kuning
Janur kuning menghiasai Jalan Malioboro, Yogyakarta (Prabowo/Okezone)
A
A
A

Setelah prajurit Kerajaan Cirebon berhasil menemukan Raden Angga Wacana, kemudian membujuk Raden Angga Wacana untuk menikahi putri Raja Cirebon, tapi Raden Angga Wacana tidak mau menikahinya dan terjadilah perkelahian.

Dalam perkelahian tersebut, seluruh prajurit Raja Cirebon kalah lantaran setiap prajurit yang menyerang Raden Angga Wacana mematung menjadi batu sesuai posisinya masing-masing. Namun hanya satu orang yang tidak bisa dikalahkan yaitu kakak laki-laki putri Raja Cirebon bernama Sembah Langkung.

“Sembah Langkung akhirnya berhasil membujuk Raden Angga Wacana agar mau menikahi adiknya dan Raden Angga Wacana pun meminta syarat sebagai simbol pernikahannya disaksikan oleh riasan janur kuning,” tegas Tatang.

Setelah Sembah Langkung berhasil menikahkan adiknya ke Raden Angga Wacana, akhirnya seluruh peralatan yang dibawa oleh prajurit Kerajaan Cirebon dikumpulkan dan disimpan disebuah tempat yang kemudian tempat tersebut menjadi batu.

“Hingga saat ini, riasan janur kuning menjadi budaya dan tradisi dalam setiap hajatan terutama hajatan pernikahan,” pungkas Tatang

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement