Sebab, kata Djoko, hingga saat ini, Indonesia belum memiliki sistem transporasi publik multimoda. Padahal, Presiden Jokowi memiliki rencana mengembangkan sistem angkutan umum massal modern dengan orientasi kepada bus maupun rel serta dilengkapi dengan fasilitas alih moda terpadu.
"Selama publik transportasi dari hulu sampai hilir tidak berjalan ya (kemacetan) akan terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi sekarang ada mobil murah LCGC," ujar Joko seraya menambahkan bahwa selama tiga tahun mobil murah beredar di pasar automotif nasional telah mengakibatkan kerugian negara dari sektor pajak mencapai Rp1,5 triliun.
Faktor lain sistem transportasi terpadu mandek di tengah jalan karena tidak didukung oleh pemerintah daerah. Selama ini, kata Djoko, banyak pemerintah daerah yang menganaktirikan pembangunan transportasi publik karena kurang mendatangkan keuntungan pribadi.
"Isu transportasi bagi kepala daerah itu enggak seksi karena tidak ada duitnya. Tapi, membangun jalan mereka getolnya bukan main. Tampaknya bukan hanya Jateng, se-Indonesia. Presiden harus turun tangan. Presiden harus mengundang kepala daerah membicarakan pentingnya publik transportasi," ungkap Djoko.
Antrean di Pelabuhan Merak, Banten (Antara)
Di sisi lain, mandeknya sistem transportasi terpadu justru ada di Kementerian Perhubungan sendiri. Selama ini, kata Djoko, Kemenhub abai menyiapkan kelembagaan sumber daya manusia mumpuni di daerah-daerah.
"Bahkan, dengan Menteri yang baru, agak khawatir Saya. Dua bulan ini yang dibahas (transportasi) online mulu," ungkap Djoko seraya menambahkan, "padahal online ini kecil. Kalau (transportasi online) enggak mau ikuti aturan, silakan (pergi). Ini Indonesia. Bahkan, Go-jek sudah mengganggu daerah. Dari awal saya sudah berpikir ini pasti menjadi masalah. Kesalahan Presiden juga kenapa dikasih hati."
Djoko menegaskan, sistem transportasi yang amburadul berpotensi menjadi batu sandungan bagi Presiden Jokowi membangun sistem transportasi terkoneksi antarmoda.
"Ujiannya adalah tahun ketiga. Kalau tahun ketiga tidak tampak, bisa gagal program ini," pungkas Djoko.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.