Temuan Obat Kedaluwarsa Sebanyak 10 Ton, Dewan: Pemborosan Anggaran

Dwi Ayu Artantiani , Okezone · Rabu 26 Oktober 2016 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 26 525 1524725 temuan-obat-kedaluwarsa-sebanyak-10-ton-dewan-pemborosan-anggaran-rOoFTzUpFv.jpg Obat kedaluwarsa di Majalengka

MAJALENGKA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) menilai, temuan obat kedaluwarsa oleh Dinas Kesehatan hingga mencapai 10 ton merupakan pemborosan anggaran.

Anggota DPRD Majalengka, Ali Imron menyayangkan, banyaknya obat yang tidak terpakai hingga habis masa berlakunya senilai Rp3 MIliar tersebut. Disisi lain, banyak pasien yang kerap tidak mendapatkan pelayanan prima dari pihak dokter atau pasien terpaksa harus membeli obat sendiri karena tidak tersedia di Puskesmas.

Kondisi tersebut menunjukan ketidakcermatan pihak terkait dalam melakukan penyediaan obat yang berdampak pada pemborosan anggaran negara.

Menurut Ali, ketidakcermatan pengadaan obat ini terbukti dengan banyaknya Puskesmas yang setiap saat membeli obat secara langsung kepada grosir obat di Majalengka. Nilai pembelian obat yang dilakukan Puskesmas hingga puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

“Hampir setiap hari selalu ada kendaraan Puskesmas membeli obat dalam jumlah banyak ke toko obat. Harusnya pengadaan obat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasien, selain itu pihak PPTK ketika melakukan lelang dan menerima obat dari distributor harus memperhatikan batas kedaluwarsa obat-obatan yang dikirim jangan sampai obat yang masa berlakunya menjelang habis tetap diterima,” paparnya, Rabu (26/10/2016).

Ali berharap, para dokter yang ada di Puskesmas atau Rumah Sakit serta dokter rujukan BPJS bersedia mengeluarkan resep obat-obatan yang tersedia di gudang selama obat itu masih ada. "Jangan sampai mengeluarkan resep baru sementara obat yang sama masih tersedia," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Gandana Purwana, mengungkapkan berdasarkan data yang ada kebanyakan obat-obatan yang sudah mengalami masa kedaluwarsa sejak 2012 di antaranya obat TB paru 1, 2, dan anak, regen yang biasa dipergunakan untuk pemeriksaan darah, oralit, obat herpes, serta dekstrometorfan.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini