Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebelum Gantung Diri, Amoy Tulis Puisi di Secarik Kertas

Ade Putra , Jurnalis-Rabu, 02 November 2016 |23:21 WIB
Sebelum Gantung Diri, Amoy Tulis Puisi di Secarik Kertas
Puisi yang ditulis Amoy di kerta kerja suaminya, Yulianto.
A
A
A

PONTIANAK – Sebelum mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri, Norma Minita, warga Gang Sepakat II, Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Pontianak Kota, Kalimantan Barat sempat menuliskan puisi. Dalam buku catatan kerja milik suaminya, Yulianto, puisi itu ditulis.

Okezone mendapat puisi yang ditulis wanita yang akrab disapa Amoy sebelum tewas. Dia nekat mengakhiri hidupnya di ventilasi kamarnya. Amoy diduga terlibat pertengkaran dengan sang suami sehingga memilih untuk mati.

Puisi yang ditulisnya itu diduga untuk Yulianto. Berikut puisi yang ditulis Amoy di secarik kertas:

Hari itu, mentari beriring mali-malu. Malam ini sudikah kau jadi bunga ditidurku, biar gelap tertunduk cemburu, sampai detik itu. Malam ini akankah sejenak kau lebur dimimpi. Hingga embun mencium mu hari hinga fajar lagi.

Bila habis sudah rasa ini, tak berpijak lagi pada dunia, karena telah kuhabiskan sisa usiaku hanya untuk mu. Dan bila habis sudah masa ini tak tersisa lagi untuk dunia, karena kan kuberikan sisa cintaku hanya untukmu. Karena telah kuberikan sisa cinta ku hanya untuk mu.

Hingga saat ini, kasus gantung diri tersebut masih ditangani Polsekta Pontianak Kota. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Begitu juga Kapolsek Pontianak Kota, AKP Lusiana Feni belum bisa dihubungi.

(Feri Agus Setyawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement