"Kami hanya meminta orang yang bisa memberi keputusan. Sementara bapak akan memberi pemahaman tentang peraturan menteri, tentang pasal, dan lain-lain. Yang kami butuhkan keputusan dari Pak Wali Kota," teriak Ketua GPTB Tedi Nugraha di atas mobil bak terbuka.
Menurutnya, kedatangan para sopir taksi adalah untuk menuntut janji dan pernyataan Ridwan Kamil yang dilontarkan enam bulan lalu. Saat itu, Emil menyatakan taksi online tidak boleh beroperasi di Kota Bandung karena terbentur regulasi.
Tapi keberadaan taksi online justru terus berkembang dan berdampak pada pemasukan sopir taksi konvensional. "Kami ke sini untuk menagih janji. Kalau Pak Wali dulu tidak janji, kami tidak akan datang ke sini. Mohon maaf sekali lagi (kepada Kadishub). Kalau hari ini ada kesepakatan bersama, kami akan bubar," jelas Tedi.
Hingga pukul 12.05 WIB, massa tetap bertahan untuk menyuarakan aspirasinya. Sementara sebagai buntut dari aksi tersebut, Jalan Merdeka, tepatnya dari perempatan Balai Kota hingga Mapolrestabes Bandung, terpaksa ditutup.
Kendaraan yang menuju Jalan Merdeka terpaksa dialihkan ke jalur lain, salah satunya ke Jalan Wastukancana yang mendadak jadi dua arah. Polisi pun bertugas di berbagai titik untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas dan mengawal kondusivitas aksi.
(Risna Nur Rahayu)