Share

Admiral Tributs, Pemburu Kapal Selam Rusia Hadir di Jakarta

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 03 November 2016 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 03 18 1531622 admiral-tributs-pemburu-kapal-selam-rusia-hadir-di-jakarta-anI30BScI2.jpeg Kapal perusak Kelas Udaloy milik Rusia, Admiral Tributs merapat di Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Silviana/Okezone)

JAKARTA – Sebuah kapal tempur berukuran 163 meter x 19 meter x 7,8 meter berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Di atasnya berkibar bendera putih biru merah, menandakan bahwa kapal yang tengah singgah itu adalah milik Rusia.

Itulah Admiral Tributs, salah satu kapal destroyer atau perusak buatan Uni Soviet yang biasanya dipakai angkatan laut dalam misi memburu kapal selam. Kehadirannya di pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia, yakni dalam rangka meramaikan Indo Defence 2016 Expo & Forum yang merupakan pameran peralatan militer bergengsi dunia.

Membawa 325 awak kapal, kapal militer yang diambil dari nama Laksamana Soviet, Vladimir Filippovich tersebut seharusnya datang beriringan. Namun tiga kapal pendampingnya tidak jadi menepi di Jakarta karena mendapat panggilan tugas lain.

“Sayang situasi berubah. Ketiga kapal yang seharusnya mendampingi kami kemari mendapat panggilan tugas lain dari pemerintah Rusia. Jadi hanya Admiral Tributs yang bisa berlabuh di Jakarta, sisanya berlayar kembali menuju selatan Pasifik India,” terang Laksamana Muda Eduard Mikhailov, yang kini memegang komando atas kapal itu.

Pada kesempatan yang sama, Laksamana Mikhailov menceritakan, proyek 1155 –nama lain Admiral Tributs- sejatinya adalah kapal tempur peninggalan Soviet. Kapal ini pertama kali diluncurkan pada 26 Maret 1983 di Leningrad. Namun misi pertamanya untuk berlayar di kawasan Pasifik baru terjadi tiga tahun berselang.

Dalam sejarahnya, seperti dilansir dari Rusnavy, Kamis (3/11/2016), kapal perusak kelas Udaloy ini telah terbukti ampuh melindungi Soviet dari kapal-kapal musuh di Teluk Persia pada 1987-1988. Selain untung mengintai kapal selam, kendaraan militer Rusia itu juga sering diikutkan dalam pelatihan militer angkatan laut besar-besaran.

Prestasi lain ditunjukkan pada November 2008. Di mana kapal tempur Rusia membuktikan diri mampu menjadi penyelamat. Admiral Tributs menyelamatkan korban paparan freon yang bocor dari kapal selam nuklir milik India, Nerpa K-152 saat uji coba di Laut Jepang. Jumlah korban saat itu diketahui mencapai 20 orang tewas dan 41 lainnya terluka.

Selayaknya kapal tempur lain, Admiral Tributs juga dilengkapi dengan sejumlah roket, radar dan helikopter. Sedikitnya ada dua helikopter jenis Ka-27 yang dibawa serta, delapan peluncur misil Kinzhal yang dapat melontarkan total 64 rudalnya. Ditambah dengan sistem torpedo Rastrub berukuran 2x4 dan sebuah roket anti-kapal selam RBU-6000.

Mendapat kapal tua warisan Soviet, Rusia sedikitnya telah tiga kali melakukan pemugaran terhadap Admiral Tributs. Laksamana Mikhailov menuturkan, modernisasi persenjataan dan sebagainya terakhir kali dilakukan pada 2014.

“Sebelum kapal ini untuk pertama kalinya datang ke Jakarta, kami melakukan tiga modernisasi. Khususnya dalam memperbaiki kualitas senjata-senjatanya. Hal itu terjadi dua tahun lalu. Jadi dalam waktu dekat, kami berharap bisa menambahkan persenjataan lain di kapal besar ini,” tutupnya.

Dubes Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin yang turut hadir dalam konferensi pers di atas kapal Admiral Tributs pada Rabu 2 November 2016 mengatakan, kedatangan kapal ini dan partisipasi dalam Indo Defence 2016 adalah bukti betapa baiknya hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Rusia. Kerjasama itu tidak hanya dalam aspek militer dan pertahanan, juga ada ekonomi dan perdagangan, edukasi hingga sosial budaya.

“Kami berharap ada kontrak kerjasama lagi yang bisa segera ditandatangani dengan Indonesia. Sebagaimana sejauh ini, Indonesia telah membeli pesawat Sukhoi-27 dan Sukhoi-30 dari kami,” ujar Galuzin merujuk pada mandeknya negosiasi pembelian 10 pesawat Rusia su-35.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini