MINNESOTA - Johanna Watkins (29) Wanita yang berasal dari Minnesota, AS, sudah satu tahun lamanya hidup menjaga jarak dengan suaminya. Watkins hidup terbatas dalam sebuah kamar yang dibalut plastik sebagai tempat teraman baginya.
Fox 9 melaporkan, sekira sembilan tahun lalu Johanna didiagnosa mengidap mast cell activation syndrome (MCAS) setelah sempat beberapa kali mendapatkan diagnosis yang salah. Sel-sel induk seharusnya melepaskan reaksi kimia sebagai bentuk respons kekebalan tubuh. Namun tubuh Johanna justru melepaskan reaksi kimia yang salah, ke tempat yang salah dan pada waktu yang salah.
Dr Lawrence Afrin adalah orang yang mendiagnosis alergi yang dialami Johanna.
"Kita masuk pada era di mana dokter hanya perlu menyadari bahwa banyak anak yang mengalami alergi dan menolak untuk bicara. Ketika kita menemukan pasien yang memiliki beberapa reaksi alergi, mereka memiliki kesulitan untuk diri mereka sendiri dan juga sulit untuk menemukan terapi yang cocok," ujar profesor di bidang kesehatan divisi Hematologi, Onkologi dan Transplantasi University of Minnesota itu.
Satu sampai 15 persen dari total populasi berisiko mengalami sindrom MCAS. Kebanyakan dari mereka tidak terdiagnosa dengan baik dan justru diberi tahu bahwa mereka mengalami berbagai jenis peradangan seperti fibromyalgia, irritable bowel syndrome (IBS) yang menyerang sistem pencernaan, hingga kelelahan (fatigue) kronis.