(Baca: Heroisme KH Noer Ali Hantam Sekutu di Pondok Ungu)
Tidak lupa, para siswa dari Attaqwa sendiri yang turut tampil memerankan laskar rakyat. Satu hal lagi yang tak kalah menarik, adalah tokoh KH Noer Ali sendiri diperankan sang cucu yang juga bernama Nur Ali.
Beberapa waktu pasca-gelaran reka ulang yang menggemparkan warga Bekasi Utara itu, Okezone mendapat kesempatan bersua Nur Ali yang sedianya juga mengajar di Attaqwa sebagai guru Bahasa Inggris. Dia merupakan anak ketujuh dari KH Amin Noer, putra KH Noer Ali.
Dinamai Nur Ali pun karena dia lahir tepat sebulan setelah KH Noer Ali wafat. Sang pahlawan meninggal pada 29 Januari 1992, sementara Nur Ali lahir di sebulan berselang di tanggal dan tahun yang sama. Kepada Okezone, dia pun menuturkan kesannya ikut tampil dalam reka ulang kolosal tersebut.
“Dengan adanya acara (reka ulang) itu, kita jadi tahu gimana rasanya perang yang sesungguhnya pada saat itu. Memerankan seorang pahlawan, apalagi engkong sendiri, itu jadi kesempatan yang jarang dan mungkin enggak ada lagi,” ungkap Nur Ali kepada Okezone.
“Makanya saat dihubungi tim reka ulang, ya antara senang tapi juga takut. Takut ada yang salah atau apa saat memerankan. Senangnya ya, karena mungkin ini kesempatan enggak ada lagi,” tambahnya.
Nur Ali sendiri tampil dalam beberapa adegan dalam reka ulang itu. Tapi yang sempat dipertanyakan banyak pihak, termasuk sang ayah KH Amin Noer, adalah tentang gaya berpakaian KH Noer Ali kala berperang.