“Sebelumnya di keluarga, engkong (KH Noer Ali) enggak pernah cerita. Kalaupun ada cerita ini itu yang dikisahkan babe (KH Amin Noer), itu juga dari orang lain. Seperti cerita peluru musuh bisa belok enggak mengenai engkong, sama soal saat engkong aktif di Masyumi Bekasi,” sambung Nur Ali.
“Sifat-sifat engkong yang diceritakan ayah, ya beliau orangnya keras dalam mendidik anak-anaknya, tapi penuh dengan harapan ke depannya bahwa anak-anaknya harus jadi orang yang berguna bagi umat,” tuturnya lagi.
Tak lupa, Nur Ali berharap di tiap momen Hari Pahlawan, ada lagi usaha-usaha untuk mengingat KH Noer Ali ke depannya, baik dalam bentuk reka ulang atau yang lain. Pasalnya, KH Noer Ali sebagai pahlawan dari Bekasi, punya sejumlah sifat yang bisa diteladani generasi saat ini.
“Beliau itu dikenal dengan sifatnya yang mandiri. Beliau selalu menyontohkan, leading by example. Kalau bertani ya beliau ikut menyangkul sawah. Saat membangun jalan juga beliau ikut ngerjain. Beliau juga enggak pernah suka gembar-gembor tentang jasanya di masa lalu,” tandas ujar Noer Ali.
“Saya pribadi inginnya tiap Hari Pahlawan ada yang kayak gini. Karena setahu saya kisah engkong itu di masa perjuangannya banyak. Perlu lah bagi kita, santri dan orang-orang sini yang minim dengan sejarah KH Noer Ali, untuk tahu lebih banyak. Dengan adanya reka ulang, setidaknya kita bisa tahu lebih dalam seperti apa bagaimana perjuangan beliau,” tandasnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.