Selain itu, Menurut Pangi, aparat keamanan jangan sampai bermain opini dengan menakut-nakuti masyarakat ataupun melarang mereka berdemonstrasi. Hal ini tentu akan membuat kemunduran demokrasi. dimana ruang gerak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi menjadi terbatas.
"Jadi polisi dan TNI jangan bermain opini atau mulai berselancar, dikit-dikit dilarang, demo enggak boleh, ini jelas kemunduran dan matinya demokrasi kita. Ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kehendak publik dibungkam," ujarnya.
Bila Polri dan TNI terus beropini, lanjut Pangi, justru semakin membuat suasana makin gaduh. Salah satu hasil kegaduhan yang sudah terlihat yakni pelarangan melaksanakan Salat Jumat, yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF-MUI) digelar di Jalan Sudirman-MH Thamrin.
"Fokus bagaimana menjaga NKRI, titik fokus di situ, kalau masuk ke wilayah politis, hati-hati, ibarat masuk ke pusaran air, bisa tenggelam. Ingat air bah, kalau dibendung bisa meluap dan nanti bisa diseret arus. Kuat letupannya, bisa blunder dan bunuh diri bagi keamanan dan stabilitas NKRI," tandasnya.
(Feri Agus Setyawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.