Sejumlah 3.000 anak dibiarkan menderita kekurangan gizi. Sukarelawan HAM mengatakan kondisinya sangat buruk karena pasokan makanan ke sana terputus.
Seorang pria menceritakan kepada Amnesty International bagaimana para tentara memasuki kampung-kampung, lalu menembaki orang-orang yang lari ketakutan.
“Mereka mengelilingi desa dan mulai menyerbu dari rumah ke rumah. Mereka mengancam akan memerkosa para perempuan kami yang disebutnya ‘kalar’,” tuturnya, seperti disitat dari Sky News.
Kalar dalam bahasa Burma berarti asing. Sebutan ini ditujukan untuk menyebut kelompok peranakan Bangladesh di Rakhine. Bagi umat Buddha di Myanmar, penduduk Rohingya adalah pendatang ilegal yang selamanya akan jadi orang asing di tanah itu.
Kesaksian lain menggambarkan bagaimana para tentara juga tidak pandang usia. Seorang ibu mengingat dengan jelas ketika anak-anaknya dipaksa berbaris di bawah todongan senjata.
“Mereka mengikat kedua putra saya. Mereka dipukuli sekira 30 menit lamanya sebelum dibawa pergi entah ke mana. Sampai saat ini saya belum menerima kabar tentang mereka,” ujarnya.
Banyak warga Rohingya setahun lalu berharap banyak dengan naiknya Aung San Suu Kyi ke tampuk kekuasaan. “Jika Aung San Suu Kyi menang pemilu, kami bisa mengecap kebebasan di sini. Saya percaya Suu Kyi. Aung San Suu Kyi akan menolong kami,” ucap seorang remaja kepada Katie Stallard.
Mereka berharap Suu Kyi dapat menyingkirkan junta militer yang mengendalikan pemerintahan selama beberapa dekade terakhir, serta mengakhiri penderitaan mereka. Namun setelah partai Suu Kyi menguasai parlemen, situasi di Rakhine faktanya tidak mengalami perubahan.
Peraih nobel perdamaian dunia itu seolah menutup mata dan telinganya atas apa yang terjadi di negara bagiannya. “Kenyataan yang menyedihkan di sini adalah kami semua mencoba membaca tanda-tanda politik, menerka posisi Aung San Suu Kyi sebenarnya terhadap umat Islam Rohingya di Rakhine,” tukas Deputi Asia Director di Human Rights Watch, Phil Robertson.
“Pertanyaan kedua adalah, apakah dia memang mampu untuk mengendalikan angkatan darat dan menjalankan taktik membumi-hanguskan Rakhine seturut kehendaknya,” tambahnya.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.