nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Protes Larangan Ngetem, Sopir Angkot Kompak Mogok

ant, Jurnalis · Rabu 30 November 2016 16:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 11 30 512 1555275 protes-larangan-ngetem-sopir-angkot-kompak-mogok-TI6Md3ogJe.jpg ilustrasi mobil angkot mogok (Foto: Dok. Okezone)

TEMANGGUNG - Ratusan awak angkutan perdesaan berbagai jalur di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, hari ini berhenti beroperasi sebagai protes pemberlakuan uji coba pelarangan angkutan mangkal di depan Pasar Kliwon Baru.

Aksi mogok dengan memarkir angkutan di sepanjang Jalan S Parman dan sebagian Jalan Soedirman Temanggung tersebut membuat arus lalu lintas di jalur tersebut tersendat.

Ketua Paguyuban Angkutan Temanggung, Margono mengatakan awak angkutan memprotes kebijakan Dishubkominfo yang memberlakukan pelarangan angkutan mangkal di depan Pasar Kliwon Baru.

Pelarangan ini membuat pendapatan turun, karena penumpang tidak banyak yang naik. Selama ini mangkal di depan Pasar Kliwon Baru sebagai salah satu andalan awak angkutan dalam mendapatkan penumpang.

"Kami mogok dan berdemo sebagai spontanitas, maaf jika menimbulkan kemacaten dan terlantarnya penumpang," katanya, Rabu (30/11/2016).

Ia mengatakan, awak angkutan berkomitmen untuk menjaga kelancaran jalan di tengah kota terutama di depan Pasar Kliwon. Angkutan setuju untuk tidak melintas depan Pasar Kliwon dan melalui jalan lingkar pasar, namun mohon boleh berhenti di depan Pasar Kliwon Baru untuk menaikkan penumpang. Angkutan juga akan mentaati untuk masuk ke Pasar Plasa Temanggung Permai.

"Silakan aturan ditegakkan, silakan ditilang, namun tuntutan hanya satu yakni dibolehkan mangkal di depan Pasar Kliwon Baru," katanya.

Menurutnya, awak angkutan telah ada kesepakatan dalam jam dan waktu mangkal. Selama ini dinilai tidak menimbulkan kemacetan.

Sekretaris Dishubkominfo Kabupaten Temanggung, Ibnu Wibowo mengatakan mulai hari ini pihaknya memberlakukan uji coba jalur di sekitar Pasar Kliwon. Angkutan yang semula melalui depan pasar kini harus masuk jalur lingkar pasar, selanjutnya ke depan Pasar Kliwon Baru dan kemudian masuk ke pasar Plasa Temanggung Permai.

Aturan itu dikeluarkan melalui kajian mendalam. Selama ini keradaan angkutan yang menaikkan dan menurunkan penumpang serta mangkal di sepanjang jalan depan Pasar Kliwon sebagai penyebab kemacetan. Tidak hanya pagi, kemacetan juga pada sore hari. Tidak jarang ada angkutan berhenti di tengah jalan saat jam sibuk.

"Munculnya protes dari awak angkutan ini, sementara uji coba dihentikan dan akan dievaluasi. Kami menunggu konsep penataan jalur yang ditawarkan paguyuban angkutan," katanya.

Usai beraudiensi dengan DPRD Kabupaten Temanggung dan Dishubkominfo Temanggung, awak angkutan kembali beropersai untuk mengangkut penumpang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini