"Miss, Lima-Mike-India 2933 gagal total, uh, .. listrik dan bahan bakar (kerusakan)," bunyi pesan darurat itu
Kurang dari 30 detik kemudian, kru pesawat yang jatuh di Kolombia itu kembali berkomunikasi. Kali ini, ia panik dan meminta arahan rute untuk mengantre di runway bandara.
Pilot: Lima-Mike India... vectors! Vectors, miss! Vectors to the runway! (Lima-Mike India... arahan! Arahan ke runway!)
Tetapi sinyal radar pesawat jet tersebut hilang. Petugas di menara kontrol lalu lintas udara pun hanya mampu mengarahkan pilot ke arah aman tanpa mengetahui apakah pesawat nahas tersebut mampu mengikuti arahan mereka.
Menara kontrol: Arahan... belok kiri 010 (derajat) dan teruskan ke Rio Negro satu mil di depan perbatasan. Saat ini, keberadaan Anda kami ketahui. Saya mengonfirmasi, belok kiri dengan arah 350.
Pilot: kiri 350.
Menara kontrol: Ya, benar. Anda ada di nol-satu-nol mil menuju perbatasan Rio Negro. Saya tidak memiliki data ketinggian Anda, Lima-Mike-India.
Pilot: 9.000 kaki, miss. Arahan, arahan!
Menara kontrol: Anda 8,2 mil menuju runway. Berapa ketinggian Anda sekarang?
Kemudian hening.
Petugas beristirahat di antara puing pesawat LaMia yang jatuh di Kolombia. (Foto: Reuters)