Efek paling buruk akibat kabut asap ini adalah gangguan pernapasan yang diderita oleh manusia dan hewan. Bahkan banyak orang yang kerap memuntahkan dahak akibat buruknya situasi udara di London. Para warga serta hewan satu per satu mulai kehilangan nyawanya akibat kabut asap tersebut ketika mereka tidur.
Sebagaimana laporan, sangat sulit untuk menghitung jumlah pasti dari korban tewas dan terluka akibat kabut asap tersebut. Namun, diduga di wilayah metropolitan London saja jumlah korban tewas pada 4 - 8 Desember akibat kabut asap mencapai angka 4.000 jiwa. Terdapat juga estimasi bila dijumlahkan dengan seluruh wilayah yang terkena dampak kabut asap itu, setidaknya 8.000 orang dilaporkan tewas.
Pada 9 Desember, ketika kabut asap itu menghilang, Pemerintah Inggris mulai semakin mengetatkan peraturan mengenai polusi udara dan mendesak warganya untuk menghentikan penggunaan batu bara di rumahnya. Sayangnya, kabut yang sama muncul kembali 10 tahun kemudian dan diduga 100 warga London kehilangan nyawanya.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.