Share

Tim Hukum WH-Andika Kecewa KPK Tak Berani Sentuh Dugaan Korupsi Rano Karno

Hambali, Okezone · Senin 05 Desember 2016 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 05 340 1558782 tim-hukum-wh-andika-kecewa-kpk-tak-berani-sentuh-dugaan-korupsi-rano-karno-AJz7a1a0ff.jpg Ilustrasi (Okezone)

TANGSEL – Tim kuasa hukum pasangan Calon Gubernur Banten Wahidin Halim (WH)-Andika mengaku kecewa atas tumpulnya keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menindak lanjuti dugaan keterlibatan cagub Banten atas sejumlah aliran dana korupsi.

"KPK tidak tegas untuk menindaklanjuti dugaan korupsi itu. Padahal dalam directory laporan KPK terkait kasus ibu Atut dan Wawan, di dalamnya disebutkan keterlibatan seseorang yang menerima aliran dana berinisial RK," kata Ramdan Alamsyah, Tim Hukum WH-Andika, Senin (5/12/2016).

Meski inisial RK itu sebenarnya sudah dipahami oleh publik sebagai inisial dari seorang cagub Banten, yakni Rano Karno namun tanpa alasan mendasar, KPK justru menunda pengungkapan kasusnya hingga penyelenggaraan pilkada 2017 selesai.

Spontan hal itu membuat publik membuat kesimpulan tersendiri, yakni adanya tekanan yang melindungi pengungkapan atas kasus korupsi tersebut.

"KPK itu penegak hukum, tak ada kaitannya dengan proses politik atau pilkada, jadi ada apa menundanya. Ini sama saja menyimpan barang busuk, lama kelamaan tetap akan tercium, dan hal itu akan menjadi preseden buruk untuk KPK sendiri," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Yuyuk Andriati menjelaskan, jika penyidik sedang berupaya merampungkan kasus pencucian uang oleh tersangka Wawan.

Yuyuk pun mengakui, penanganan terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Wawan belum tuntas meski sudah ditangani sekitar 2,5 tahun. Masih diperlukan pemeriksaan saksi-saksi lain, apalagi masih ada aset dugaan TPPU Wawan yang belum disita.

"Saya rasa semua ritmenya tergantung dari penyidik atau penyelidik. Berdasarkan temuan bukti-bukti yang didapat oleh penyidik, baru setelah itu bisa kita umumkan apakah sudah menjadi tersangka atau belum," paparnya.

Sementara, Direktur Centre for Budgeting Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mendesak KPK agar segera mengusut tuntas kasus korupsi di Banten, khususnya soal aliran dana TPPU Wawan.

"Harusnya segera ditangani tanpa menunggu Pilgub, jika itu faktanya. Artinya ada dari kandidat yang masuk radar KPK, Ini akan memakan waktu lama, dan barang bukti bisa dicolong tuyul lho KPK," tegas Uchok.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini