Share

Hipertensi, Adik Ratu Atut Batal Divonis Hakim

Iqbal Multatuli, Okezone · Rabu 12 Oktober 2016 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 12 340 1512800 hipertensi-adik-ratu-atut-batal-divonis-hakim-0PxgyUVJ8n.jpg Tubagus Chaeri Wardana (Dok Okezone)

SERANG – Sidang lanjutan kasus korupsi proyek RSUD Tangerang Selatan (Tangsel) dan sejumlah Puskesmas Tangsel tahun 2010-2012 dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan batal digelar.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis itu batal lantaran adik kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengalami sakit hipertensi yang dideritanya.

"Sidang kita tunda satu pekan karena Pak Wawan sakit hipertensi. Surat keterangan sakit dari dokternya ada," ujar Ketua Majelis Hakim Epiyanto ditemui seusai sidang penundaan di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (12/10/2016).

Dalam keterangan suratnya tersebut, suami Wali Kota Tangsel itu membutuhkan istirahat selama dua hari. Akibatnya, sidang akan kembali digelar pada 19 Oktober 2016.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum dari Kejagung menuntut Wawan agar dijathui hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. Saat ini Wawan dititipkan di Rutan Kelas II B Serang.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dengan pidana selama satu tahun enam bulan penjara,” ujar Jaksa Susilo Hadi dari Kejagung RI di Pengadilan Tipikor Serang, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Wawan diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta subsidair tiga bulan penjara.

Dalam kasus ini, total kerugian negaranya sebesar Rp9,6 miliar. Wawan terlibat kasus korupsi itu karena proyek tersebut dikendalikan oleh Manager Operasional PT Bali Pacific Pragama (BPP) Dadang Prijatna.

Dadang memonopoli proyek tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Dadang M Epid berupa plottingan, diduga atas perintah Wawan.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini