Pemberontakan tersebut dapat diakhiri, namun semangat kemerdekaan terlanjur menyebar. Pada 1919, Tentara Republik Irlandia (IRA) meluncurkan kampanye gerilya besar-besaran menentang tentara Inggris. Pada 1921, kedua kubu sepakat melakukan gencatan senjata. Dan pada Januari 1922, faksi nasionalis Irlandia menandatangani kesepakatan damai dengan Inggris. Mereka meminta pemisahan Irlandia dengan hak otonomi untuk wilayah bagian selatan, sedangkan enam negara bagian di utara Kepulauan Irlandia tetap menjadi bagian Kerajaan Inggris.
Perang saudara pecah sebelum deklarasi Negara Irlandia Merdeka pada 6 Desember 1922. Kemenangan diraih tentara Negara Irlandia Merdeka pada 1923. Pada 1937, Konstitusi Irlandia mendeklarasikan Irlandia sebagai "negara berdaulat, independen dan demokratis."
Negara Irlandia Merdeka kemudian dinamai sebagai Eire, dan tetap netral selama Perang Dunia II. Pada 1949, Undang-Undang Republik Irlandia memutuskan hubungan yang tersisa dengan Negeri Persemakmuran Inggris.
Konflik sendiri bertahan di Irlandia Utara. Sementara itu, IRA yang berkuasa di wilayah selatan bergerak diam-diam untuk mendapatkan kembali kawasan-kawasan yang masih dikuasai Inggris. Kekerasan antara kaum Protestan dan Katolik di Irlandia Utara meningkat pada awal 1970-an. Hingga kini, konflik tersebut telah merenggut 3.000 nyawa.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.