nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Keamanan PBB Kutuk Bom Kembar Turki

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Senin 12 Desember 2016 15:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 12 18 1564745 dewan-keamanan-pbb-kutuk-bom-kembar-turki-q6TWG5KHEj.jpg Dua bom meledak di luar stadion Istanbul, Turki. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengutuk insiden bom kembar di luar stadion di Istanbul, Turki. Dalam pernyataan resminya, perwakilan negara-negara anggota DK PBB juga menyatakan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban dan Pemerintah Turki.

Sabtu 10 Desember waktu Turki, bom mobil dan bom bunuh diri meledak di dekat Vodafone Arena, dua jam setelah pertandingan antara dua klub besar di Turki usai. Tercatat, 38 orang menjadi korban dalam serangan di kandang klub Beksitas tersebut; 30 di antaranya merupakan anggota polisi, sedangkan tujuh korban adalah warga sipil dan satu korban lainnya belum teridentifikasi. Selain itu, 155 orang terluka.

"Para anggota Dewan Keamanan mengutuk serangan teroris yang keji dan pengecut di Kota Istanbul, Turki, pada 10 Desember, yang menyebabkan setidaknya 38 orang meninggal dunia dan 155 orang terluka. Para anggota juga menyatakan simpati terdalam serta belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Turki," demikian pernyataan DK PBB, seperti disitat dari Sputniknews, Senin (12/12/2016).

Kelompok sayap militan Kurdi PKK, Kurdistan Freedom Hawks (TAK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah Turki pun bersumpah akan membalasnya.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh CNN Turki, Deputi Perdana Menteri Turki Numan KurtulmuĊŸ menyampaikan, kecaman negara-negara sahabat terhadap pelaku pengeboman harus juga menunjukkan solidaritas pada perjuangan Pemerintah Turki melawan terorisme.

"Berbagai petunjuk mengarah kepada PKK. Peristiwa ini jelas terencana. Kami akan menyampaikan hasil penyelidikan, tetapi tidak bisa bicara lebih banyak sekarang," tutur Kurtulmus.

Insiden bom kembar di stadion Istanbul ini membuat Pemerintah Turki menyatakan masa berkabung nasional selama tiga hari. Perdana Menteri Binali Yildirim juga memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang untuk memperingati para korban.

Peristiwa duka tersebut juga membuat Presiden Tayyip Erdogan membatalkan rencana perjalanan ke Kazakhstan. Erdogan, seperti disampaikan kantor kepresidenan, menggambarkan ledakan bom itu sebagai serangan teroris terhadap polisi dan warga sipil.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini