NEW YORK - Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengutuk insiden bom kembar di luar stadion di Istanbul, Turki. Dalam pernyataan resminya, perwakilan negara-negara anggota DK PBB juga menyatakan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban dan Pemerintah Turki.
Sabtu 10 Desember waktu Turki, bom mobil dan bom bunuh diri meledak di dekat Vodafone Arena, dua jam setelah pertandingan antara dua klub besar di Turki usai. Tercatat, 38 orang menjadi korban dalam serangan di kandang klub Beksitas tersebut; 30 di antaranya merupakan anggota polisi, sedangkan tujuh korban adalah warga sipil dan satu korban lainnya belum teridentifikasi. Selain itu, 155 orang terluka.
"Para anggota Dewan Keamanan mengutuk serangan teroris yang keji dan pengecut di Kota Istanbul, Turki, pada 10 Desember, yang menyebabkan setidaknya 38 orang meninggal dunia dan 155 orang terluka. Para anggota juga menyatakan simpati terdalam serta belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Turki," demikian pernyataan DK PBB, seperti disitat dari Sputniknews, Senin (12/12/2016).
Kelompok sayap militan Kurdi PKK, Kurdistan Freedom Hawks (TAK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah Turki pun bersumpah akan membalasnya.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh CNN Turki, Deputi Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmuş menyampaikan, kecaman negara-negara sahabat terhadap pelaku pengeboman harus juga menunjukkan solidaritas pada perjuangan Pemerintah Turki melawan terorisme.